- 10 Okt 2023
- 3 menit membaca
Diperbarui: 1 hari yang lalu
BANYAK orang pribumi yang tidak lagi buta huruf setelah bekerja di tentara kolonial Hindia Belanda, Koninklijk Nederlandsch Indische Leger (KNIL), dan Angkatan Laut Belanda Koninklijk Marine (KM). Setelah pensiun dari dinas militer, mereka hidup dari uang pensiun yang diberikan kerajaan.
Pada 1930-an, para pensiunan militer pribumi, terutama yang dari KNIL, banyak yang menghimpun diri di dalam Bond van Inheemsch Gepensioneerde Militairen (perkumpulan pensiunan militer). Perkumpulan ini berharap pemerintah kolonial memperhatikan kehidupan mereka. Mereka punya majalah Trompet yang rajin membahas kepahlawanan anggotanya.
Setelah Perang Dunia II pecah, Belanda tak bisa membayar uang pensiun mereka. Kehidupan menjadi sulit bagi mereka. Maka setelah Perang Dunia II selesai dan diikuti rusaknya perekonomian pasca-perang, para pensiunan itu berharap mendapat uang pensiun lagi. Mereka lebih memilih Belanda berkuasa lagi di nusantara meski Republik Indonesia (RI) sudah berdiri. Tentu karena Belanda lebih menjanjikan dalam hidup mereka daripada RI yang baru berdiri.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















