- 16 Agu 2010
- 3 menit membaca
Diperbarui: 26 Apr
DALAM sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia 1945-1949, pemerintah Australia merupakan satu dari sekian pemerintahan di dunia yang mendukung kemerdekaan Indonesia. Bahkan Republik Indonesia yang masih muda belia menunjuk Australia jadi salah satu dari tiga anggota Commission of Good Offices (Komisi Jasa Baik yang lebih dikenal sebagai Komisi Tiga Negara, KTN). Belanda memilih Belgia dan kedua negara, Indonesia dan Belanda, sepakat memlih Amerika Serikat sebagai negara ketiga.
Anggota KTN Australia yang diwakili oleh Richard Kirby mulai bertugas di Indonesia pada Oktober 1947 untuk meninjau situasi. Pada saat itu pemerintah Australia berada di tangan Australia Labor Party (Partai Buruh Australia, ALP), sebuah partai sosial demokrat moderat. Sementara itu oposisi di dalam parlemen Australia dipimpin oleh Robert Menzies yang lebih berpihak ke pihak kolonial Belanda Sikap elite politik Australia menyoal Indonesia terbelah saat itu.
Sejak awal abad 20 sampai sekarang, sejarah hubungan Australia dengan Indonesia selalu berada dalam situasi sikap yang terbelah. Acapkali hanya elite yang terbelah sikapnya, tetapi tidak demikian dengan sikap rakyat Australia secara keseluruhan. Baik penguasa maupun rakyat punya sejarahnya masing-masing, khususnya dalam soal hubungan dengan Indonesia. Kadang-kadang soal ini juga melahirkan berbagai jenis kontradiksi.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















