- 2 Jun 2018
- 3 menit membaca
Diperbarui: 3 hari yang lalu
GENAP 22 tahun Indonesia puasa gelar Uber Cup. Empat tahun berturut-turut para srikandi raket tanah air selalu kandas di perempat final. Terakhir, pil pahit mesti ditelan Greysia Polii cs. di Bangkok, Thailand, 21-26 Mei 2018, lantaran keok 2-3 dari tuan rumah di delapan besar.
“Di atas kertas, Thailand masih di atas kita baik dari seeded dan ranking. Saat sempat unggul di atas angin, justru terbeban. Tertekan, main enggak lepas dan tegang. Faktor tuan rumah juga membuat lawan lebih percaya diri. Ini memang sudah sesuai target dan prediksi, paling tidak kita lolos delapan besar,” kata Susi Susanti, manajer tim, disitir situs resmi PBSI, 24 Mei 2018.
Pencapaian itu jelas menunjukkan kemunduran prestasi bulutangkis putri Indonesia. Delapan besar dianggap sudah memenuhi target. Tak heran bila perkembangan bulutangkis putri Indonesia tertinggal dari Thailand yang masih se-lichting JKT 48.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















