top of page

Perempuan yang Hadir di Proklamasi Kemerdekaan

Proklamasi kemerdekaan tidak hanya dihadiri kaum lelaki. Para perempuan ini juga hadir dalam peristiwa bersejarah kelahiran Republik Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Mahasiswi Ika Daigaku menghadiri Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, yang terlihat dari kiri ke kanan: dr. Oetari Soetarti dekat SK Trimurti kemudian Samsi Sastrawidagda, Fatmawati, dan Soewiryo. Foto: Frans Mendur/IPPHOS.

  • 17 Agu 2017
  • 2 menit membaca

Setelah Sukarno membaca sambutan dan Proklamasi, dilanjutkan dengan pengibaran Bendera Pusaka Merah Putih. Terdengar suara seseorang meminta SK Trimurti, aktivis pergerakan, untuk mengerek bendera. “Yus Tri, kerek bendera itu.”


“Tidak,” Trimurti menolak mungkin karena dia mengenakan kebaya dan jarik. Dia menganggap bendera lebih baik dikerek oleh orang yang berseragam. “Lebih baik saudara Latief (Hendraningrat) saja. Dia dari Peta.”


Latief yang berseragam Peta (Pembela Tanah Air) maju sampai dekat tiang bendera. Suhud, didampingi seorang perempuan membawa baki tempat bendera Merah Putih. Bendera Merah Putih dikibarkan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan tanpa dirijen.


Selain Trimurti dan Fatmawati, istri Sukarno, ada beberapa perempuan yang menghadiri kelahiran Republik Indonesia itu, seperti Nona Mudjasih Yusman yang berdiri dekat Trimurti.


Dalam Sumbangsihku bagi Ibu Pertiwi, Trimurti menyebut perempuan lain yang berasal dari Walikukun, Ngawi. Setelah upacara selesai, perempuan yang tidak diketahui namanya itu mendaftarkan diri sebagai Barisan Berani Mati pada Radjiman Wedyodiningrat di ruang belakang rumah Sukarno .


Selain itu, perempuan lain yang hadir berasal dari mahasiswa Ika Daigaku atau sekolah tinggi kedokteran zaman Jepang di Jalan Prapatan 10, Jakarta. Buku Mahasiswa ‘45 Prapatan-10: Pengabdiannya 1 karya Soejono Martosewojo, dkk., menyebut mereka antara lain dr. Oetari Soetarti, Yuliari Markoem, Retnosedjati, Zulaika Jasin, juga Gonowati Djaka Sutadiwiria.


“Di samping itu juga hadir para mahasiswa putri (Ika Daigaku) di bawah pimpinan Zulaika Jasin dan beberapa orang ibu tokoh perjuangan lainnya,” tulis Soejono.


Yuliari Markoem bertugas sebagai anggota kelompok mahasiswa penaikan bendera pusaka. Sesudah Proklamasi kemerdekaan dia betugas sebagai penghubung dalam pengiriman kebutuhan medis ke daerah gerilya.


Dr. Oetari Soetarti merupakan istri dr. Suwardjono Surjaningrat, menteri kesehatan (1978-1988) era Orde Baru. Setelah Proklamasi kemerdekaan, Retnosedjati menjadi anggota PMI di bawah Prof. Soetojo. Pada Perang Kemerdekaan I dan II, sebagai anggota PMI dia mengurus pengobatan pejuang di Solo, Klaten, dan Yogyakarta.


Gonowati Djaka Sutadiwiria sebagai anggota pengamaman. Mahasiswa membantu Barisan Pelopor, Barisan Pemuda, dan satu pleton polisi untuk mengamankan Proklamasi kemerdekaan dari pembubaran tentara Jepang. Mereka membawa beragam senjata, seperti senjata api, golok, pedang, bambu runcing, dan lain-lain. Gonowati kemudian bertugas sebagai anggota PMI Yogyakarta yang mengumpulkan obat-obatan pada Perang Kemerdekaan I dan II.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Pernah populer sebagai pohon peneduh bersama asam jawa dan flamboyan. Kini, tanaman ini menjadi salah satu pohon yang paling populer untuk aktivitas penghijauan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah berduka secara beruntun. Kehilangan orang dekat dalam waktu singkat.
bg-gray.jpg
Penyebaran pamflet provokatif oleh Front Pemuda Sunda bikin geger. Parlemen sampai memanggil perdana menteri. Ketidakadilan jadi pangkalnya.
bg-gray.jpg
Tubagus Angke asal Banten melanjutkan Fatahillah memimpin Jayakarta. Sebagai Pangeran Jayakarta II, dia membawa Pelabuhan Sunda Kelapa menandingi Pelabuhan Malaka.
Lagu-lagu yang mengabadikan media komunikasi populer di eranya.
Lagu-lagu yang mengabadikan media komunikasi populer di eranya.
Salad kaktus di Timur Tengah hingga gado-gado di Hindia Timur membuktikan makanan ini digemari siapapun.
Salad kaktus di Timur Tengah hingga gado-gado di Hindia Timur membuktikan makanan ini digemari siapapun.
Secara resmi Perang Korea belum berakhir. Dan perseteruan pun masih kerap terjadi, yang antara lain diredakan dengan sebuah lapangan golf.
Secara resmi Perang Korea belum berakhir. Dan perseteruan pun masih kerap terjadi, yang antara lain diredakan dengan sebuah lapangan golf.
Lewat kemenangan 6-1 Spurs membuat Old Trafford jadi kuburan bagi pemiliknya. Mengulang sejarahnya.
Lewat kemenangan 6-1 Spurs membuat Old Trafford jadi kuburan bagi pemiliknya. Mengulang sejarahnya.
Kampanye penyebaran informasi pencegahan dan pengobatan Flu Spanyol di Hindia Belanda melalui medium lokal.
Kampanye penyebaran informasi pencegahan dan pengobatan Flu Spanyol di Hindia Belanda melalui medium lokal.
Sebuah tempat penyulingan anggur berusia ribuan tahun ditemukan di Armenia.
Sebuah tempat penyulingan anggur berusia ribuan tahun ditemukan di Armenia.
transparant.png
bottom of page