- 16 Jun 2025
- 3 menit membaca
Diperbarui: 8 Agu
MUSIM haji 1926 baru saja berakhir dan haji dari Hindia Belanda mulai pulang ke tanah air. Salah satunya adalah Haji Muhamad Sudjak (1885-1962) dari Yogyakarta. Selain terkenal dalam dunia perdagangan dan industri di Yogyakarta, ia juga terkenal intelek.
Faktor terakhir inilah yang kemudian ikut membuat pengalamannya berhaji dikorek. Pasalnya, kekritisannya di masa karantina membuat pemerintah kolonial Hindia Belanda selaku penyelenggara haji “kebakaran jenggot”.
Di masa itu, para haji dikarantinakan di Pulau We (Sabang) di Aceh dan Pulau Onrust di Teluk Jakarta sebelum mencapai daerah masing-masing. Pelayanan administrasi, makanan dan lain-lainnya selama di karantina itu dianggap buruk oleh Haji Soedjak. Baik di Sabang maupun di Onrust.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















