top of page

Politisi Bertensi Tinggi

Kisah para tokoh politik yang mudah mengekspresikan kemarahannya. Dari mengancam hingga menggampar.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ali Sadikin, Gubernur Jakarta (1966-77) yang dikenal emosian dan spontan. Foto: Perpusnas RI.

3 Apr 2019
3 menit membaca

BILA seorang jenderal berperangai temperamental bisa jadi wajar. Dunia militer yang penuh disiplin dan tegas biasanya membentuk watak prajurit menjadi keras. Sebelumnya, beberapa profil jenderal dengan tipikal demikian telah kami ulas.


Namun bagaimana dengan para politisi sipil bertensi tinggi alias gampang tersulut emosi? Tentu saja ada. Baru-baru ini kita menyaksikan video viral yang memperlihatkan Senator Australia, Fraser Anning meninju dan menendang seorang remaja tanggung yang melemparkan telur ke batok kepalanya. Masih aktual juga, Menteri Pertahanan kita, Ryamizard Ryacudu pernah bilang akan menempeleng mereka yang suka menuding orang lain dengan sebutan kafir secara serampangan.  


Di masa lalu pun begitu. Alih-alih kalem dan santun, sewaktu-waktu mereka dapat meledak melampiaskan kemarahan bak sebagian koleganya yang berasal dari kalangan militer. Berikut kisahnya.


Duel Badik


Wartawan tiga zaman Rosihan Anwar punya pengalaman dengan Ketua Umum PNI, Soejono Hadinoto. Pada 1949, mereka sama-sama ke Den Haag, Belanda menghadiri Konferensi Meja Bundar (KMB). Soejono menjadi salah satu delegasi pemerintah Indonesia. Sementara Rosihan, jurnalis suratkabar Pedoman yang bertugas meliputnya.


Pada dekade 1950-an, Soejono menjabat Menteri Perekonomian. Rosihan tetap berkhidmat di Pedoman selaku pemimpin redaksi. Pernah sekali waktu, Soejono menantang Rosihan berduel memakai badik (pisau belati bermata satu). Soejono ingin pertarungan satu lawan satu dengan Rosihan; sama-sama masuk ke dalam sarung lantas saling tikam dengan badik. Rosihan enggan menanggapi. Laga adu bacok itu pun urung terjadi.


“Soejono bilang dalam bahasa Belanda kepada saya, ‘Je bent een viswif’. Maksud dia, saya tukang ngomong doang, tapi pengecut,” kenang Rosihan dalam Sejarah Kecil Petite Histoire Indonesia Jilid 5: Sang Pelopor.


Soejono emosi lantaran ilustrasi tentang dirinya muncul dalam pojok Kili-Kili – rubrik satir khas Pedoman. Dalam pojok Kili-Kili, Soejono dilukiskan sebagai Menteri Perekonomian yang mobilnya mengibarkan bendera Merah Putih dengan didahului oleh polisi voorijder lengkap dengan bunyi sirene. Soejono yang membacanya tersinggung. Sekonyong-konyong, timbulah niatnya untuk mengadu badik dengan Rosihan Anwar, orang yang dianggap paling bertanggung jawab atas pemuatan gambaran tersebut.


Hampir Adu Jotos


Chaerul Saleh adalah pentolan tokoh pemuda pada hari-hari menjelang kemerdekaan. Presiden Sukarno dalam otobiografinya Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat menyebut Chaerul sebagai pemuda yang berkepala panas. Namun pada awal 1960, Chaerul Saleh menjadi pembantu Sukarno paling loyal. Dia dipercaya menjabat Wakil Perdana Menteri Tiga yang mengurusi bidang ekonomi.  


Pada akhir 1964 ketika sidang kabinet berlangsung, Charul Saleh hampir saja adu jotos dengan pemimpin PKI, D.N. Aidit. Saat itu, Chaerul menemukan risalah yang secara tersirat menunjukan rencana PKI merebut kekuasaan paling lambat tahun 1970.


Aidit membantah. Dengan muka merah padam dan tangan gemetar, Aidit menegaskan bahwa dokumen tersebut bukan buatan PKI. Sebaliknya, dia menyerang Chaerul merupakan kaki tangan musuh sekaligus antek nekolim. Sebagaimana dicatat Julius Pour dalam Gerakan 30 September: Pelaku, Pahlawan & Petualang, nyaris terjadi keributan antara Chaerul dan Aidit.

Di kemudian hari terungkap bahwa dokumen tersebut memang palsu. Aidit menyayangkan sikap Chaerul. “Tetapi dia (Chaerul) sudah mengakui kesalahannya dengan mengatakan, perbuatannya merupakan vergissing, kekhilafan,” tulis Julius Pour. Presiden Sukarno sendiri tidak bereaksi menyikapi polemik dokumen itu dan segera menutup persidangan.


Umpatan dan Gamparan


Kendati merintis kariernya sebagai perwira TNI Angkatan Laut, namun Ali Sadikin lebih dikenal karena reputasinya memodernisasi Jakarta kala menjabat gubernur. Bang Ali -panggilan warga Jakarta kepada Ali Sadikin - menjadi orang nomor satu Jakarta selama dua periode (1966-77).


Selama memimpin Jakarta, Bang Ali kerap kali kontroversial. Bicara nya ceplas-ceplos. Tindakannya pun kadang-kadang di luar dugaan. Mulai dari kata-kata yang ketus hingga  main tangan.


“Ali Sadikin jika marah sering mengumpat. Banyak pejabat yang pernah jadi sasarannya, termasuk saya,” kenang mantan bawahan Ali Sadikin di Pemda Jakarta, Wardiman Djojonegoro yang pernah jadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam memoarnya Sepanjang Jalan Kenangan: Bekerja dengan Tiga Tokoh Besar.


Ali Sadikin bahkan pernah menggampar sopir truk ABRI yang menyetir ugal-ugalan. Ketika itu, Ali Sadikin hendak menuju Menteng menghadiri upacara, tiba-tiba mobilnya di salip sang sopir truk. Selain itu, sopir truk melaju kencang di tengah jalan. Karena dapat membahayakan pengguna jalan yang lain, sontak saja Bang Ali murka. Dia perintahkan sang sopir untuk menepi. Sopir truk didatangi, lantas melayanglah dua kali tempelengan Bang Ali  ke wajahnya.  


Setelah puas melampiaskan kemarahan dengan menggampar si sopir tadi, Bang Ali tetap saja dongkol. “Lalu lintas di Jakarta brengsek. Sayalah yang paling tidak puas terhadap keadaan itu,” demikian kekesalan Bang Ali sebagaimana dikisahkannya kepada Ramadhan K.H. dalam Ali Sadikin: Membenahi Jakarta Menjadi Kota yang Manusiawi.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
Tiga tahun genosida, lebih dari 20 rbu anak di Gaza meregang nyawa dan dua ribu anak di Tepi Barat dikerangeng zionis.
Tiga tahun genosida, lebih dari 20 rbu anak di Gaza meregang nyawa dan dua ribu anak di Tepi Barat dikerangeng zionis.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Film yang baik tak hanya memanjakan indera, namun juga menempa rasa menjadi manusia dan bangsa.
Film yang baik tak hanya memanjakan indera, namun juga menempa rasa menjadi manusia dan bangsa.
Habis cuju, terbitlah sepakbola modern. Tim Naga membuka peluang mengulang lolos ke Piala Dunia usai membekap “Garuda”.
Habis cuju, terbitlah sepakbola modern. Tim Naga membuka peluang mengulang lolos ke Piala Dunia usai membekap “Garuda”.
Terinspirasi dari legenda sepakbola Jerman Franz Beckenbauer, Christian Hadinata ingin jadi pemain dan pelatih hebat.
Terinspirasi dari legenda sepakbola Jerman Franz Beckenbauer, Christian Hadinata ingin jadi pemain dan pelatih hebat.
Lima puluh tahun sudah ajang tahunan Pasar Malam Besar di Malieveld, Den Haag, Belanda digelar. Inilah festival terbesar budaya Indisch.
Lima puluh tahun sudah ajang tahunan Pasar Malam Besar di Malieveld, Den Haag, Belanda digelar. Inilah festival terbesar budaya Indisch.
transparant.png
bottom of page