- Martin Sitompul

- 17 Jan 2020
- 4 menit membaca
Diperbarui: 20 Jan
PETAKA terjadi di Laut Arafuru (Aru) pada 15 Januari 1962. Satu dari tiga kapal Motor Torpedo Boat (MTB) AL bernama KRI Matjan Tutul tenggelam kena sergapan kapal perang Belanda. Misi pendaratan di Pantai Selatan Papua itu berakhir dengan kegagalan sekaligus kekalahan telak. Dalam pertempuran yang tidak seimbang itu, Deputi Kepala Staf AL Komodor Josaphat "Yos" Sudarso yang berada dalam KRI Matjan Tutul gugur.
Pada 19 Januari 1962, Presiden Sukarno menggelar rapat Dewan Pertahanan Nasional di Istana Bogor. Sejumlah perwira tinggi hadir, termasuk Kepala Staf AD, Kepala Staf AU, Kepala Staf AL, dan Kepala Kepolisian RI. Dengar pendapat dalam pertemuan itu menimbulkan friksi antar matra. Angkatan Udara (AURI) dianggap tidak memberikan perlindungan yang memadai dalam operasi inflitrasi tersebut.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












