- 17 Jan 2018
- 2 menit membaca
Diperbarui: 3 Jul
BEGITU melihat gelagat akan dikepung, Kolonel Laut Sudomo memerintahkan ketiga KRI untuk putar haluan menuju arah 239 derajat dan bergerak kembali ke pangkalan. Serentak semua KRI cikar kanan. Namun, ada yang aneh dengan KRI Matjan Tutul. Alih-alih mengikuti terus gerakan kedua kapal lainnya, KRI Matjan Tutul malah memutar dengan kekuatan penuh, melewati sisi kanan KRI Matjan Kumbang dan langsung mengambil haluan 329 derajat, melaju ke arah posisi Hr.Ms. Eversten.
Eversten langsung bereaksi. Dengan garang, fregat milik Belanda itu memuntahkan peluru meriam 12 cm ke posisi Matjan Tutul. Bersamaan itu dari KRI Matjan Tutul, bergema suara khas Komodor Yos Sudarso: “Kobarkan semangat pertempuran!” Jelas sudah, Yos Sudarso sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Laut RI sudah mengambil alih komando dari Kapten Wiratno, komandan KRI Matjan Tutul.
Tembakan Eversten langsung menghantam meriam 40 mm Bofors yang terletak di buritan KRI Matjan Tutul. Meriam itu pun langsung tumbang. Hantaman kedua mengenai tiang radar hingga tumbang ke laut. Peluru meriam musuh ketiga mengenai dapur (tengah) sehingga kapal menjadi pecah mengeluarkan api dan asap hitam menutupi kapal dari depan sampai ke belakang. Peluruh musuh yang keempat mengenai mesin diesel (listrik) dan mematikan semua aliran listrik. Peluru musuh kelima menghancurkan anjungan dan alat komunikasi (PHB).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















