top of page

Ken Angrok di Layar Perak

Kisah Ken Angrok diangkat ke layar perak. Wataknya ditampilkan apa adanya sebagai pemuda brandalan, perampok hingga penjudi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ken Arok dan Ken Dedes (1983) garapan sutradara Djun Saptohadi.

19 Okt 2017
2 menit membaca

PEMUDA itu tampil gagah. Penampilannya yang selalu bertelanjang dada menonjolkan tubuh bagian atasnya yang bidang dan lengannya yang kekar. Rambutnya dibiarkan tergerai hingga bahu. Wajahnya ditumbuhi kumis lebat. Kulitnya kuning langsat. Begitulah kira-kira penggambaran tokoh Ken Angrok (diperankan George Rudy) dalam film Ken Arok dan Ken Dedes (1983) garapan sutradara Djun Saptohadi.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page