top of page

Ken Dedes Perempuan Utama

Sebagai perempuan utama, Ken Dedes menjadi legitimasi bagi penguasa tanah Jawa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Petirtaan Watugede di Malang, yang lebih populer dengan Petirtaan Ken Dedes. Konon di sini Ken Angrok melihat cahaya terang dari sibakan kain Ken Dedes. Foto: Risa Herdahita Putri/Historia.

21 Des 2017
4 menit membaca

Diperbarui: 23 Des 2025

KEN Dedes kehilangan tempat di samping suami yang dicintainya. Itu setelah kehadiran Ken Umang, Parameswari lain di samping singgasana Ken Angrok. Balatentara yang dapat diperintahnya juga tak ada lagi setelah Angrok merebut kekuasaan di Tumapel. Ia pun kehilangan kepercayaan dari ayah yang dicintai dan dipujanya dengan sepenuh hati.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page