top of page

Potret Sejarah Indonesia

Foto-foto ini menggambarkan lomba di hari jadi tentara Belanda hingga kunjungan Sukarno ke Sumatra dan Sultan Hamengkubuwono IX ke Bali.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 12 Mei 2024
  • 3 menit membaca

31 Januari 1948: Hari Jadi Brigade V


Berdiri dengan egrang (alat permainan tradisional terbuat dari dua batang bambu), dua anak bumiputra berusaha mengambil uang koin yang tertancap pada buah jeruk berbalur pelumas dengan mulut mereka. Permainan ini digelar di alun-alun Banyumas, Jawa Tengah oleh tentara Belanda dari Brigade V yang merayakan hari jadi ke-2. 


Brigade V, populer dengan nama panggilan Victory, didirikan di Malaka pada 27 Januari 1946. Sekira tiga bulan kemudian, dipimpin Kolonel J.K. Meyer, mereka mendarat di Batavia lalu menuju Bandung. Selama agresi militer Belanda I, mereka bergerak ke Sumedang, Cirebon, Brebes, Purwokerto, Gombong, dan Cilacap.  


Sesaat sebelum agresi militer Belanda II, mereka terkonsentrasi di Semarang. Ketika agresi dimulai mereka ditempatkan di Solo lalu secara bertahap ditarik kembali ke Semarang setelah kesepakatan gencatan senjata. Pada 23 Desember 1949, hampir empat tahun setelah terbentuk, Brigade V kembali ke Belanda.



IPPHOS
IPPHOS

11 Juni 1948: Sukarno Meninjau Sumatra


Presiden Sukarno dan rombongan tiba di perbatasan Sumatra Barat-Tapanuli. Pagi 12 Juni, Sukarno berpidato dalam rapat raksasa di Padang Sidempuan yang dibanjiri rakyat. Bahkan, ada yang datang dari Labuhan Batu (Sumatra Timur-Selatan) dan Pasir Pengarayan (Riau Utara) dengan berjalan kaki menempuh jarak ratusan kilometer.  


Sorenya, Sukarno memberikan kursus politik. Di kota ini, rakyat mempersembahkan ulos, kain khas Batak, berikut seekor kerbau sebagai penghormatan. Setelah rampung, Sukarno menuju Sibolga. 


Malamnya, Sukarno menghadiri upacara persembahan ulos, diiringi gendang Batak dan tari tor-tor. Residen Tapanuli berpidato, wakil executief Tapanuli menyelimutkan ulos ke bahu presiden. Setelah itu, Sukarno menerima persembahan hasil bumi Tapanuli dan pakaian perang dari rakyat Pulau Nias. 



IPPHOS
IPPHOS

9–12 September 1948: PON I di Solo


Pekan Olahraga Nasional (PON) I diselenggarakan di Solo sesuai keputusan Konferensi Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) yang disetujui Menteri Pembangunan dan Urusan Pemuda Soepeno. Presiden Sukarno menyerahkan bendera putih berlogo lima ring Olimpiade dengan obor di tengahnya kepada regu pembawa obor sebagai prosesi pembukaan. 


Peserta PON I adalah kontingen dari Karesidenan Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang, Kediri, Madiun, Semarang, Pati, Kedu, Magelang, Banyumas, Bandung, dan Jakarta. Kontingen tersebut memperebutkan medali dari cabang olahraga atletik, bola keranjang (korfbal), bulutangkis, tenis, renang, panahan, sepakbola, basket, dan pencak silat.  


Solo menjadi juara umum dengan memperoleh 16 medali emas, 10 perak, dan 10 perunggu. Pasca-PON I, kegiatan olahraga nasional mandek lantaran terjadi peristiwa Madiun dan agresi militer Belanda II. 



Nationaal Archief
Nationaal Archief

12 November 1949: Patroli TNI


Pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) melakukan patroli di Pasar Besar, Solo. Tanggung jawab keamanan kota Solo dan Surakarta resmi dialihkan ke TNI dalam sebuah upacara di Stadion Sriwedari dengan Letkol Slamet Rijadi mewakili TNI dan Kolonel van Ohl mewakili Tentara Kerajaan Belanda. Hal ini dilakukan menyusul ditandatanganinya Konferensi Meja Bundar, yang antara lain berisi keputusan Belanda mengakui kedaulatan Indonesia. 



IPPHOS
IPPHOS

25 Desember 1949: Kunjungan Menteri Pertahanan RIS


Sri Sultan Hamengkubuwono IX selaku menteri pertahanan Republik Indonesia Serikat (RIS), mengunjungi Denpasar, Bali, yang merupakan bagian dari Negara Indonesia Timur. 


Sultan mengunjungi semua negara bagian untuk mengkonsolidasi semua kekuatan pro-Republik. Dia juga bermaksud mengangkat penanggung jawab keamanan dari TNI, karena keamanan negara-negara bagian dalam RIS dikoordinasikan oleh Angkatan Perang RIS dengan TNI sebagai unsur utamanya. 


Kedatangan sultan mendapat sambutan meriah kaum Republiken, yang kemudian memanggul dan mengaraknya. “Kedatangan rombongan Sri Sultan merupakan kesempatan bagi rakyat untuk menunjukkan sikap mereka yang pro-Republik,” tulis Mohamad Roem, dkk., dalam Takhta untuk Rakyat. Dari Bali, Sultan mengunjungi Madura dan mendapat sambutan yang sama.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
bg-gray.jpg
After leading the PETA uprising in Blitar, Supriyadi fled to the jungle and disappeared. It is believed that he was secretly killed by the Japanese as his body is nowhere to be found to this day.
bg-gray.jpg
Kala ditugaskan ke Pontianak, Rudy Blatt dapat informasi pembantaian rakyat oleh Jepang. Berinisiatif mencari para penjahat perang Jepang itu.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
Pablo Escobar mengisi kebun binatangnya dengan kuda nil. Setelah kematiannya, kuda nil itu berkembang biak tak terkendali hingga menimbulkan masalah.
Pablo Escobar mengisi kebun binatangnya dengan kuda nil. Setelah kematiannya, kuda nil itu berkembang biak tak terkendali hingga menimbulkan masalah.
transparant.png
bottom of page