top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Prakarsa Indonesia atas Perang Korea

Sampai saat ini, status perang antara Korea Utara dan Korea Selatan masih gencatan senjata. Indonesia punya kepentingan untuk perdamaian Korea mengingat ancaman nuklir dan banyaknya migran Indonesia di sana.

16 Sep 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Anak-anak di tengah Perang Korea. Seorang bocah perempuan Korea yang menggendong saudaranya tampak lelah menghadapi peperangan setelah berjalan dengan susah payah melewati tank M-46 yang mogok di Haengju, Korea Selatan, 9 Juni 1951. (Wikimedia Commons)

  • 16 Sep 2024
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 13 Feb

LEDAKAN bom atom kedua hampir saja mengguncang dunia ketika Perang Korea bergolak. Dalam perang itu, Korea terbagi oleh dua kekuatan. Korea Utara disokong oleh Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Uni Soviet sedangkan Korea Selatan dibantu Amerika Serikat (AS) beserta sekutu PBB. Upaya penyelesaian perang lewat bom atom dicetuskan oleh Jenderal AS Douglas MacArthur, panglima tertinggi komando gabungan PBB, setelah Tiongkok terlibat langsung menyokong Korea Utara. Namun, gagasan MacArthur tersebut ditolak Presiden Harry S. Truman.


“Meskipun penggunaan semua senjata, termasuk bom atom telah dipertimbangkan, Truman tidak ingin melihat bom atom digunakan pada orang-orang tidak bersalah yang tidak ada hubungannya dengan agresi militer,” catat sejarawan militer Amerika Walter G. Hermes dalam United States Army in The Korean War: Truce Tent and Fighting Front.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Melanggengkan Praktik Kamp Interniran

Melanggengkan Praktik Kamp Interniran

Praktik kamp interniran tak lantas berhenti meski Jepang telah angkat kaki. Setelah Indonesia merdeka, kamp interniran berlanjut pada masa revolusi.
Demi Minyak Pasukan Khusus Dikirim Ke Jambi

Demi Minyak Pasukan Khusus Dikirim Ke Jambi

Jambi termasuk daerah sulit direbut pasukan payung dan Gadjah Merah Belanda. Diprioritaskan untuk direbut karena menjadi penghasil minyak buat Indonesia.
Bianglala Kehidupan di Balik Kamp Interniran Jepang

Bianglala Kehidupan di Balik Kamp Interniran Jepang

Selain mencerminkan kejamnya perang, kamp interniran merekam sisi-sisi humanisme yang dialami para tahanan. Kamp-kamp interniran itu kini tak berjejak lagi.
Westerling Terkulai Dirudal Jerman

Westerling Terkulai Dirudal Jerman

Sebelum jadi "jagal" di Indonesia, Kapten Westerling harus merasakan pahitnya rudal Jerman dalam PD II. Berbulan-bulan dia harus dirawat di Inggris.
Di Balik Tiga Koleksi Indonesia yang Dikembalikan dari Belanda

Di Balik Tiga Koleksi Indonesia yang Dikembalikan dari Belanda

Belanda serahkan lagi tiga benda bersejarah kepada Indonesia. Arca Siwa, Prasasti Damalung dan sebuah Al-Quran direpatriasi untuk disimpan di Museum Nasional.
bottom of page