top of page

Bianglala Kehidupan di Balik Kamp Interniran Jepang

Selain mencerminkan kejamnya perang, kamp interniran merekam sisi-sisi humanisme yang dialami para tahanan. Kamp-kamp interniran itu kini tak berjejak lagi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Interniran perempuan dan anak-anak di kamp Cideng. (NIOD).

  • 3 Apr
  • 3 menit membaca

SETIAP pagi, orang-orang Belanda penghuni kamp interniran, harus berbaris menghadap ke sebelah timur arah matahari terbit. Kebiasaan ini mengikuti tradisi orang Jepang yang disebut seikerei sebagai wujud penghormatan kepada kaisar Jepang. Di bawah pemerintah pendudukan Jepang, orang Belanda tak bisa berbuat banyak. Mereka terpaksa ikut tunduk membungkuk di bawah sengatan terik mentari pagi.


Celakanya, membungkuk ke arah matahari ketika seikerei itu bisa makan waktu lama. Sikap tunduknya bahkan bisa membentuk sudut tubuh mencapai 25 derajat hingga 40 derajat. Tak ayal, banyak interniran Belanda tak kuat sampai pingsan. Alih-alih ditolong, serdadu Jepang penjaga kamp malah menambah derita mereka dengan gamparan dan tendangan.


Meski kehidupan kamp interniran di bawah represi Jepang, orang Belanda tak ingin tunduk bulat-bulat pada Jepang. Beredar cerita yang mengisahkan bagaimana mereka mempertahankan kesetiaan pada negaranya. Dengan segala cara walau berisiko bila ketahuan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo bersama rekan-rekan seperjuangan sebangsa maupun lintas bangsa menggalang perlawanan di Eropa, tempat bercokolnya para kolonialis.
bg-gray.jpg
Getol berorganisasi ketimbang kuliah, Ahmad Subardjo mengubah haluan Perhimpunan Indonesia. Menggagas lambang sampai bikin kopiah untuk identitas nasional.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah dituduh pro-Amerika gara-gara meloloskan flm Hollywood.
bg-gray.jpg
Presiden Sukarno menggagas program transmigrasi Djajaloka untuk menyejahterakan eks pejuang Perang Kemerdekaan. Gejolak politik dan transisi kekuasaan menjadikannya melenceng dari tujuan awal.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Selalu ada cerita di balik kemunculan maskot. Termasuk pada Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.
Selalu ada cerita di balik kemunculan maskot. Termasuk pada Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Sejarah Indonesia tidak hitam-putih. Ada orang Belanda yang mendukung kemerdekaan Indonesia, sebaliknya ada pribumi yang nyaman menjadi pegawai pemerintah Belanda.
Sejarah Indonesia tidak hitam-putih. Ada orang Belanda yang mendukung kemerdekaan Indonesia, sebaliknya ada pribumi yang nyaman menjadi pegawai pemerintah Belanda.
Meski namanya masih asing di telinga, kerja keras bangsa Viking ini membuahkan prestasi dalam sepakbola.
Meski namanya masih asing di telinga, kerja keras bangsa Viking ini membuahkan prestasi dalam sepakbola.
Saat meletus, Gunung Agung menimbulkan bencana hebat. Ribuan orang tewas, ratusan ribu lainnya menjadi pengungsi
Saat meletus, Gunung Agung menimbulkan bencana hebat. Ribuan orang tewas, ratusan ribu lainnya menjadi pengungsi
transparant.png
bottom of page