- 2 Apr
- 3 menit membaca
Diperbarui: 20 jam yang lalu
JAUH sebelum rudal ditembakkan pihak-pihak yang terlibat dalam perang di Teluk Persia sekarang, Jerman telah melakukannya waktu Perang Dunia II. Teknologi perang Jerman vital dalam memperkuat armada perang Adolf Hitler (1889-1945) menghadapi negara-negara Sekutu yang menjadi lawannya. Termasuk ketika Jerman telah melemah pada tahun-tahun terakhir perang.
Di fase akhir perang, sebuah teknologi dipersiapkan Jerman. Ia adalah peluru kendali –lebih tepatnya roket dan sering disebut bom terbang– bernama Fieseler Fi 103, dikenal sebagai V-1 yang kemungkinan singkatan dari Vergeltungswaffe 1. Orang Jerman mengartikan Vergeltungswaffe 1 sebagai senjata balas dendam.
Senjata dengan 1.870 pon bahan peledak ini, disebut Jean-Denis G.G. Lepage dalam An Illustrated Dictionary of the Third Reich, dikembangkan sejak Juni 1942 dan diproduksi massal Maret 1944. Dari sekitar 35.000 buah yang diproduksi, 9.251 buah ditembakkan ke Inggris dan 6.551 ditembakkan ke Antwerp, Belgia.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















