top of page

Awak Bomber Perang Dunia II Ikut Westerling

Mantan personel Jawatan Udara KNIL semasa Perang Dunia II ini ikut Westerling bikin rusuh di Bandung. Dia kemudian tinggal di Amerika.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi gerakan APRA Westerling di Bandung, Jawa Barat. (Betaria Sarulina/Historia.ID).

19 Agu 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 23 Jan

KETIKA tentara Jepang merangsek masuk ke Hindia Belanda pada awal 1942, pemuda Pieter Elia Donald Titaley masuk milisi tentara Hindia Belanda, Koninklijk Nederlandsch Indische Leger (KNIL). Dia termasuk tentara Belanda yang dikirim ke Australia ketika Hindia Belanda hampir dikalahkan tentara Jepang.


Dengan segera, pemuda kelahiran 25 Juni 1918 itu dijadikan bintara calon penerbang. Titaley dilatih di sekolah pilot dan navigator di Amerika Serikat, yang dicapainya dengan naik kapal SS Mariposa dari Australia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page