- Petrik Matanasi
- 17 Sep 2024
- 5 menit membaca
Diperbarui: 6 hari yang lalu
MASA tuanya di Negeri Belanda berisikan kemalangan. Ada kenyataan yang tidak bisa dia terima di masa mudanya. Kedaulatan Republik Indonesia atas Nusantara yang dulunya disebut Hindia Belanda tidak dapat diterimanya.
“Jika itu tidak terjadi, saya tidak akan berada di sini hari ini. Maka tidak akan ada orang kulit putih yang kembali dari Indonesia,” kata laki-laki tua itu di koran Nieuwsblad van het Noorden tanggal 27 April 1991.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












