top of page

Demi Minyak Pasukan Khusus Dikirim Ke Jambi

Jambi termasuk daerah sulit direbut pasukan payung dan Gadjah Merah Belanda. Diprioritaskan untuk direbut karena menjadi penghasil minyak buat Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pasukan Belanda ketika menduduki Jambi. (Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jambi).

5 Apr
5 menit membaca

Diperbarui: 6 Mei

CORNELIS Plaatzer masih berusia 20 tahun ketika mendaftar jadi relawan Angkatan Darat Kerajaan Belanda (Koninklijk Landmacht/KL) tak lama usai Perang Dunia II. Pemuda asal Putten, Belanda ini kemudian dikirim ke Indonesia yang baru merdeka guna mengembalikan kontrol Belanda yang lepas usai dikalahkan Jepang. Belanda harus menjalani perang melawan Indonesia demi merebut kembali wilayah yang dulu disebutnya Hindia Belanda itu.


Cornelis Plaatzer datang ke Indonesia sebagai bagian dari Batalyon 2 Resimen 9 KL. Dia lalu terpilih masuk pasukan khusus penerjun payung berbaret merah. Akhir tahun 1948, dia tinggal di sekitar Bandung, dalam sebuah barak tentara. Kesatuannya adalah kompi para dari Regimen Special Troepen (RST), dia salah satu pasukan terjun. Pada 20 Agustus 1948, anak dari Jan Plaatzer dan Jannetje Kool ini mendapat pangkat kopral sementara.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Usai menginspirasi jutaan orang dalam sepakbola, kini sang legenda pergi untuk selamanya. Jakarta beruntung sempat menjadi salah satu kota yang dikunjungi Maradona.
Usai menginspirasi jutaan orang dalam sepakbola, kini sang legenda pergi untuk selamanya. Jakarta beruntung sempat menjadi salah satu kota yang dikunjungi Maradona.
Pele, Maradona, Ronaldo hingga Messi jago dalam prestasi. Dalam hal pesona dan brand, Beckham belum tertandingi.
Pele, Maradona, Ronaldo hingga Messi jago dalam prestasi. Dalam hal pesona dan brand, Beckham belum tertandingi.
Menghormati bendera bukan untuk memuliakannya tapi menghargai nilai kebangsaan di dalamnya.
Menghormati bendera bukan untuk memuliakannya tapi menghargai nilai kebangsaan di dalamnya.
transparant.png
bottom of page