top of page

Radikalisme Indische Partij

Indische Partij merupakan partai politik pertama yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Dibentuk oleh tiga serangkai: Tjipto Mangoenkoesoemo, Ernest Douwes Dekker, dan Soewardi Soerjaningrat .

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tiga serangkai pendiri Indische Partij: Cipto Mangunkusumo, EFE Douwes Dekker, dan Suwardi Suryaningrat. (KITLV).

20 Mei 2025
6 menit membaca

Diperbarui: 5 Mar

HARI kelahiran organisasi pergerakan Boedi Oetomo acap dianggap sebagai tonggak lahirnya nasionalisme Indonesia. Boedi Oetomo berdiri pada 20 Mei 1908. Dalam Boedi Oetomo, para priayi Jawa berserikat untuk memajukan kaum bumiputra Hindia Belanda. Sampai saat ini, hari berdirinya Boedi Oetomo diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.


Pakar sejarah Asia Tenggara Akira Nagazumi dalam The Dawn of Indonesia Nationalisme: The Early Years of The Budi Utomo 1908—1918 menyebut Boedi Oetomo sebagai fajar nasionalisme Indonesia atau protonasionalisme. Kelahirannya diilhami oleh semangat zaman, yaitu sikap liberal, humanis, sekuler, dan progresif. Nagazumi berkesimpulan bahwa Boedi Oetomo merupakan organisasi nasional pertama di Indonesia dan relatif bebas dari sekat-sekat keagamaan dan tradisi, serta berhasrat memajukan kecerdasan bangsa.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page