- 8 Agu 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 20 Mei
WAHIDIN Soedirohoesodo, seorang dokter Jawa dari priayi rendahan, sama sekali tak bermaksud singgah ke STOVIA (School Tot Opleiding van Inlandsche Artsen atau Sekolah untuk Pendidikan Dokter Bumiputra) di Batavia.
Pada akhir 1907, dia hanya ingin rehat setelah melakukan perjalanan kampanye mencari beasiswa bagi anak-anak muda bumiputra yang pandai. Ditemani Pangeran Ario Notodirodjo, putra Pakualam V, dia mendatangi para priayi yang lebih tua dan tinggi untuk menyampaikan gagasannya itu.
Wahidin tiba-tiba diundang Soetomo dan Soeradji, siswa STOVIA, untuk berceramah mengenai pentingnya pendidikan sebagai kunci kemajuan. Wahidin mengungkapkan gagasannya untuk mewujudkan sebuah lembaga beasiswa bagi pemuda bumiputra agar dapat melanjutkan studinya dengan baik.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















