top of page

Menentukan Arah Kemudi

Kongres memutuskan Boedi Oetomo sebagai organisasi pendidikan dan kebudayaan. Didominasi kaum tua dan memilih jalur moderat.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pendiri (kaum muda) dan pengurus besar (kaum tua) Boedi Oetomo dalam kongres pertama, 3-5 Oktober 1908. (Dok. Museum Kebangkitan Nasional).

9 Agu 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 20 Mei

SEKIRA 300 orang memenuhi sekolah pendidikan guru di Yogyakarta. Mereka, sebagian besar priayi, berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Sejumlah bupati juga hadir; lainnya mengirim surat atau utusan. Hadir pula 15 atau 20 perempuan Jawa dan beberapa orang Eropa.  


Ini hajatan penting bagi Boedi Oetomo, organisasi yang baru sekira empat bulan terbentuk. Mereka akan menggelar kongres pertama pada 3–5 Oktober 1908.


Wahidin Soedirohoesodo terpilih sebagai ketua kongres –sebelum digantikan Pandji Broto Atmodjo, penghubung dari Pakualaman, Yogyakarta– karena kesehatannya menurun. Mulanya Wahidin menggagas agar kongres hanya membahas soal beasiswa, tetapi para delegasi tak setuju.


“Seandainya organisasi baru ini hanya dimaksudkan untuk menyelenggarakan beasiswa, kongres pasti tidak akan pernah menarik minat 300 orang utusan,” tulis Akira Nagazumi dalam Bangkitnya Nasionalisme Indonesia: Budi Utomo 1908–1918.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page