top of page

Menjajal Jalan Radikal

Golongan muda membawa Boedi Oetomo ke jalan radikal. Golongan tua mengembalikannya ke rel semula.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kongres kedua Permufakatan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI) di Surakarta. (Wereldmuseum Amsterdam).

12 Agu 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 20 Mei

PARA pegawai pegadaian bumiputra gelisah. Sudah diturunkan gajinya, mereka juga harus mengerjakan pekerjaan-pekerjaan kasar para kuli. Berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan Dinas Pegadaian, pekerjaan para kuli yang dipecat dialihkan kepada para pegawai. Para pegawai tak terima dan menganggapnya sebagai penghinaan. Mereka pun kena skors. Keluhan para pegawai itu tak dihiraukan, malahan dijadikan dalih untuk memecat mereka.


Alhasil, pada 12 Januari 1922, para pegawai pegadaian Ngupasan, Yogyakarta, melakukan aksi mogok. Aksi itu merembet ke kantor-kantor pegadaian di berbagai kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pemogokan tersebut melibatkan seribu dari lima ribu pegawai pegadaian di Jawa. Hampir semua organisasi dan partai politik mendukung aksi ini, termasuk Boedi Oetomo.  


“Sikap moderatnya yang lama untuk sementara membukakan jalan ke arah zaman radikalisme, dan memuncak pada dukungan partai terhadap pemogokan menentang sistem pegadaian tahun 1922,” tulis Akira Nagazumi dalam Bangkitnya Nasionalisme Indonesia: Budi Utomo 1908–1918.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page