- 29 Jun 2019
- 5 menit membaca
Diperbarui: 10 Apr
PAHLAWAN perang tak hanya mereka yang bertabur bintang di pundak dan lencana di dada. Bukan juga prajurit dengan senjata-senjata mematikan yang disandang. Dalam Perang Dunia II (PD II), Inggris juga pernah berutang jasa sebuah rekayasa hoax dan seonggok mayat gelandangan.
Inggris melakoninya medio April 1943 kala hendak mengantarkan serdadu-serdadu Sekutu kembali ke daratan Eropa pasca-Sekutu “terusir” akibat musibah Dunkirk pada 1940. Setelah Jerman menguasai Eropa, perlahan Sekutu melawan balik. Tiga tahun kemudian giliran Jerman yang terusir dari front Afrika Utara dan dari situlah Inggris ingin mendarat lagi ke Eropa.
Caranya, Inggris sedemikian rupa meracik hoax dan tipu daya lewat Operation Mincemeat alias Operasi Daging Cincang, bagian dari Operation Barclay. Gagasan awalnya berangkat dari Memo Trout garapan Lt. Commander (setara mayor) Ian Fleming, yang kelak sohor sebagai pencipta novel-novel intelijen James Bond. Ia Asisten Direktur NID atau Divisi Intelijen Angkatan Laut (AL) Inggris.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















