top of page

Rekayasa Hoax Mengelabui Hitler

Kisah tipu daya intelijen memanfaatkan mayat yang mengubah jalannya perang, diangkat ke layar lebar.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Colin Andrew Firth bakal perankan intel AL Inggris Ewen Edward Samuel Montagu, sosok sentral sebuah operasi intelijen dalam film Operation Mincemeat. (Saban Films).

  • 29 Jun 2019
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 10 Apr

PAHLAWAN perang tak hanya mereka yang bertabur bintang di pundak dan lencana di dada. Bukan juga prajurit dengan senjata-senjata mematikan yang disandang. Dalam Perang Dunia II (PD II), Inggris juga pernah berutang jasa sebuah rekayasa hoax dan seonggok mayat gelandangan.


Inggris melakoninya medio April 1943 kala hendak mengantarkan serdadu-serdadu Sekutu kembali ke daratan Eropa pasca-Sekutu “terusir” akibat musibah Dunkirk pada 1940. Setelah Jerman menguasai Eropa, perlahan Sekutu melawan balik. Tiga tahun kemudian giliran Jerman yang terusir dari front Afrika Utara dan dari situlah Inggris ingin mendarat lagi ke Eropa.


Caranya, Inggris sedemikian rupa meracik hoax dan tipu daya lewat Operation Mincemeat alias Operasi Daging Cincang, bagian dari Operation Barclay. Gagasan awalnya berangkat dari Memo Trout garapan Lt. Commander (setara mayor) Ian Fleming, yang kelak sohor sebagai pencipta novel-novel intelijen James Bond. Ia Asisten Direktur NID atau Divisi Intelijen Angkatan Laut (AL) Inggris.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Anak muda putus sekolah dan menganggur menjadi problem di banyak daerah di Indonesia. Di Jombang, sebuah kota kecil di Jawa Timur, mereka diberikan keterampilan praktis dan praktik lapangan lalu dikirim ke Lampung dalam program Transmigrasi Pramuka.
bg-gray.jpg
The United States’ hydrogen bomb tests in the Eniwetok Atoll in the Pacific alarmed a member of the Indonesian House of Representatives, who urged the government to mobilize opposition on the international stage.
bg-gray.jpg
Jenderal Soedirman mendukung Persatuan Perjuangan yang digagas Tan Malaka. Namun, dia kemudian meninggalkan kawan sehaluan setelah terjadi peristiwa kudeta 3 Juli 1946.
bg-gray.jpg
Setelah Sutan Sjahrir dibebaskan, para pengikut Tan Malaka menyodorkan konsepsi untuk disetujui Sukarno. Hatta menyadari sedang terjadi kudeta.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Penyintas meminta jaminan Menkopolhukam agar lokasi kuburan massal tidak dirusak demi terjaganya bukti-bukti pembantaian massal 1965-1966.
Penyintas meminta jaminan Menkopolhukam agar lokasi kuburan massal tidak dirusak demi terjaganya bukti-bukti pembantaian massal 1965-1966.
Brompton bukan sepeda lipat pertama di dunia. Tapi mengapa ia begitu terkenal?
Brompton bukan sepeda lipat pertama di dunia. Tapi mengapa ia begitu terkenal?
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
transparant.png
bottom of page