top of page

Sebuah Jalan dan Kematian Seorang Komandan Laskar

Dituduh telah melakukan sejumlah aksi teror di wilayah Cianjur, pimpinan Bamboe Roentjing mendapat vonis hukuman mati dari pengadilan sipil Hindia Belanda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Jalan Asmin Sucipta di Cianjur yang sekarang menjadi Jalan Adi Sucipta. (Hendi Jo/Historia.ID).

13 Agu 2021
5 menit membaca

Diperbarui: 11 Jul

RABU, 18 Agustus 1948. Harian Haarlems Daagblaad mengabarkan suatu berita dari tanah Jawa: tiga anggota kelompok Bamboe Roentjing, masing-masing bernama Soetjipta, Satibi dan Oemang, telah divonis mati oleh Pengadilan Sipil Hindia Belanda di Bogor. Vonis yang jatuh pada 17 Agustus 1948 itu, telah dijatuhkan berdasarkan aksi kriminal yang telah dilakukan oleh ketiganya di wilayah Cianjur selama 1947—1948.


“Mereka bertiga telah melakukan pembunuhan terhadap orang-orang yang dianggap sebagai kaki tangan NICA (Pemerintah Sipil Hindia Belanda), secara langsung maupun tidak langsung,” tulis media yang berpusat di Haarlem, Belanda itu. Siapakah tokoh Soetjipta?


Tidak seperti pihak Belanda, orang-orang Cianjur justru menganggap Soetjipta sebagai seorang pejuang. Hal itu dibuktikan dengan penyematan namanya untuk satu ruas nama jalan di pusat kota Cianjur. Sayangnya, jalan yang ketika diresmikan sekira tahun 1950-an tersebut bernama Jalan A. Soetjipta, kini telah berganti menjadi Jalan Adi Sucipta.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
transparant.png
bottom of page