top of page

Selamat Pagi Indonesia dan Kusni Kasdut

Kusni Kasdut hadir dalam Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Dia adalah pejuang sekaligus rakyat yang terpinggirkan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi Kusni Kasdut mencuri berlian di Museum Nasional. (Betaria Sarulina/Historia.ID).

11 Nov 2023
3 menit membaca

Diperbarui: 8 Jan

LIMA tahun setelah album pertamanya, band raksasa rock Indonesia God Bless merilis album kedua tepat pada “April Mob” 1980. Di dalam album bertajuk Cermin itu ada lagu berjudul “Cermin”, “Balada Sejuta Wajah”, dan “Selamat Pagi Indonesia”. Dua lagu terakhir liriknya ditulis jurnalis Theodore KS dan musiknya digarap gitaris God Bless Ian Antono. Lagu terakhir inspirasinya baru datang di awal tahun itu juga.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page