- 26 Mei 2020
- 3 menit membaca
Diperbarui: 18 Mar
HARI Raya Idul Fitri tahun 1962 jatuh pada 8 Maret. Saat itu Presiden Sukarno merayakannya dengan menggelar salat Id berjemaah di lapangan antara Istana Merdeka dan Istana Negara. Usai kegiatan tersebut, ribuan massa masih tetap berkumpul. Tidak hanya rakyat biasa, berbagai duta besar negara asing juga turut hadir. Tidak ketinggalan juru warta yang bertugas meliput. Mereka semua ingin mendengar amanat Bung Karno.
Tradisi pada hari lebaran di Indonesia identik dengan saling bermaafan. Begitu pula dengan Bung Karno. Dia memulai pidatonya dengan permohonan maaf. Katanya, “Kepada siapapun saja yang saya kenal dan yang mengenal kepada saya. Minta dimaafi kesalahan-kesalahan saya, yang saya ketahui dan yang saya tidak ketahui."
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












