top of page

Sjafruddin Prawiranegara: Sebenarnya Saya Seorang Presiden

Sjafruddin Prawiranegara disebut presiden yang dilupakan. Mengapa dia memilih menggunakan istilah ketua daripada presiden PDRI?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Rombongan PDRI tiba di lapangan terbang Maguwo, Yogyakarta. Ketua PDRI, Sjafruddin Prawiranegara (bertongkat), berjalan didampingi Dr. Halim, M. Natsir (berpeci), dan Mr. Lukman Hakim. (IPPHOS).

18 Des 2015
2 menit membaca

Diperbarui: 19 Des 2025

PADA 22 Desember 1948 Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dibentuk di Halaban, Sumatra Barat, yang dipimpin oleh Mr. Sjafruddin Prawiranegara. Banyak orang yang menyesalkan mengapa Sjafruddin dan Mr. Assaat tidak dihitung presiden. Mereka pun kerap disebut sebagai presiden yang dilupakan.


Ketika Sukarno, Mohammad Hatta, dan pimpinan negara lain ditangkap Belanda pada Agresi Militer kedua, Sjafruddin dan tokoh-tokoh Sumatra membentuk PDRI. PDRI berdiri dari 19 Desember 1948 hingga 13 Juli 1949. Sedangkan Assaat ditunjuk sebagai penjabat (acting) presiden Republik Indonesia (27 Desember 1949-15 Agustus 1950) ketika Sukarno menjadi presiden Republik Indonesia Serikat pada 16 Desember 1949.


Jika Assaat disebut sebagai acting (penjabat), mengapa Sjafruddin menyebut dirinya "ketua" PDRI?


Menurut Ajip Rosidi dalam biografi Sjafruddin Prawiranegara, Lebih Takut Kepada Allah Swt., istilah yang dipakai adalah “ketua”, padahal tanggung jawabnya adalah sebagai presiden merangkap perdana menteri. Dia tidak mau memakai istilah yang secara hukum harus disandangnya itu, walaupun dia tahu bahwa kedudukan “ketua” tidak dikenal dalam UUD Republik Indonesia.


Rupanya, alasan Sjafruddin memakai istilah "ketua" karena telegram yang dikirim oleh Sukarno-Hatta tidak sampai kepadanya. Telegram tertanggal 19 Desember 1948 itu menugaskan "Mr. Sjafruddin Prawiranegara, Menteri Kemakmuran Republik Indonesia, untuk membentuk Pemerintahan Republik Indonesia Darurat di Sumatera."


Menurut Ajip, telegram tersebut tidak sampai ke Sjafruddin karena Belanda yang menyerbu Yogyakarta, memusnahkan stasiun radio dan kantor telekomunikasi.


Oleh karena itu, Sjafruddin kepada harian Pelita, 6 Desember 1978, mengatakan: "Mengapa saya tidak menamakan diri Presiden Republik Indonesia tetapi Ketua Pemerintahan Darurat Republik Indonesia? Yang demikian itu disebabkan karena saya belum mengetahui adanya mandat Presiden Sukarno, dan karena didorong rasa keprihatinan dan kerendahan hati… Tetapi andai kata saya tahu tentang adanya mandat tadi, niscaya saya akan menggunakan istilah ‘Presiden Republik Indonesia’ untuk menunjukkan pangkat dan jabatan saya… Dengan istilah Ketua PDRI sebenarnya saya seorang Presiden Republik Indonesia dengan segala kekuasaan yang diberikan kepadanya oleh UUD 1945 dan diperkuat oleh mandat Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Hatta, yang pada waktu itu tidak dapat bertindak sebagai Presiden dan Wakil Presiden."*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
Film yang baik tak hanya memanjakan indera, namun juga menempa rasa menjadi manusia dan bangsa.
Film yang baik tak hanya memanjakan indera, namun juga menempa rasa menjadi manusia dan bangsa.
Habis cuju, terbitlah sepakbola modern. Tim Naga membuka peluang mengulang lolos ke Piala Dunia usai membekap “Garuda”.
Habis cuju, terbitlah sepakbola modern. Tim Naga membuka peluang mengulang lolos ke Piala Dunia usai membekap “Garuda”.
Lima puluh tahun sudah ajang tahunan Pasar Malam Besar di Malieveld, Den Haag, Belanda digelar. Inilah festival terbesar budaya Indisch.
Lima puluh tahun sudah ajang tahunan Pasar Malam Besar di Malieveld, Den Haag, Belanda digelar. Inilah festival terbesar budaya Indisch.
Maskot hidup satu-satunya di Asian Games. Setelahnya terbuang ke arena sirkus hingga tewas dalam derita
Maskot hidup satu-satunya di Asian Games. Setelahnya terbuang ke arena sirkus hingga tewas dalam derita
Komunitas pecinta sejarah yang memadukan olahraga dengan tur ke situs bersejarah di Cianjur. Digagas anak-anak muda.
Komunitas pecinta sejarah yang memadukan olahraga dengan tur ke situs bersejarah di Cianjur. Digagas anak-anak muda.
Kasultanan Yogyakarta memberi jaminan keselamatan kepada rakyat yang melakukan perjalanan jauh dari tempat tinggalnya. Dituangkan dalam dua peraturan.
Kasultanan Yogyakarta memberi jaminan keselamatan kepada rakyat yang melakukan perjalanan jauh dari tempat tinggalnya. Dituangkan dalam dua peraturan.
transparant.png
bottom of page