top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Soegondo Djojopoespito, Sang Tokoh Kongres Pemuda II

Seogondo Djojopoespito memimpin Kongres Pemuda pada 1928 yang melahirkan Sumpah Pemuda.

29 Okt 2020

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Makam Soegondo Djojopoespito. (Wikimedia Commons).

  • 29 Okt 2020
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 22 Feb

SETIAP 28 Oktober diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Itu mengacu kepada sebuah peristiwa bersejarah yang menjadi bukti besarnya peran generasi muda dalam membangun bumi pertiwi. Di  perhelatan yang merupakan hajat para pemuda dari berbagai daerah itu terlahirlah tiga butir ikrar: bangsa, tanah air, dan bahasa persatuan.


Kongres kedua dari para pemuda bumiputera itu sendiri diselenggarakan pada 27-28 Oktober 1928. Hari pertama diselenggarakan di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond di Lapangan Banteng sekarang, dan hari kedua di Gedung Oost-Java Bisoscoop. Tokoh-tokoh yang kelak aktif di pemerintahan, seperti Muhammad Yamin, Amir Sjarifudin, dan Johannes Leimena, duduk bersama pemuda-pemuda yang datang mewakili berbagai organisasi pergerakan dari seluruh daerah di Indonesia. Lalu siapakah pemimpin para pemuda di dalam kongres tersebut? Dia adalah Soegondo Djojopoespito.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page