- 29 Okt 2020
- 4 menit membaca
Diperbarui: 22 Feb
SETIAP 28 Oktober diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Itu mengacu kepada sebuah peristiwa bersejarah yang menjadi bukti besarnya peran generasi muda dalam membangun bumi pertiwi. Di perhelatan yang merupakan hajat para pemuda dari berbagai daerah itu terlahirlah tiga butir ikrar: bangsa, tanah air, dan bahasa persatuan.
Kongres kedua dari para pemuda bumiputera itu sendiri diselenggarakan pada 27-28 Oktober 1928. Hari pertama diselenggarakan di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond di Lapangan Banteng sekarang, dan hari kedua di Gedung Oost-Java Bisoscoop. Tokoh-tokoh yang kelak aktif di pemerintahan, seperti Muhammad Yamin, Amir Sjarifudin, dan Johannes Leimena, duduk bersama pemuda-pemuda yang datang mewakili berbagai organisasi pergerakan dari seluruh daerah di Indonesia. Lalu siapakah pemimpin para pemuda di dalam kongres tersebut? Dia adalah Soegondo Djojopoespito.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












