top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Rochjani Soe'oed, Putra Betawi dalam Sumpah Pemuda

Berasal dari keluarga elite Betawi, Rochjani Soe'oed lebih dikenal sebagai tokoh nasional. Terlibat dalam Kongres Pemuda yang melahirkan Sumpah Pemuda 1928. Perannya tak banyak terkuak.

28 Okt 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Buku M. Rochjani Soe'oed dari Betawi untuk Indonesia karya Lahyanto Nadie dan Zaenal Aripin. (Riyono Rusli/Historia.ID).

  • 29 Okt 2024
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 8 Jan

KONGRES Pemuda yang melahirkan Sumpah Pemuda 96 tahun silam mencatatkan tokoh-tokoh dari berbagai daerah Indonesia. Berbilang nama dari Sumatra dan Jawa, beberapa dari Sulawesi bahkan Maluku. Namun, jarang terdengar dari Betawi (kini Jakarta) yang menjadi tempat terselenggaranya Kongres Pemuda. Salah satu pemuda Betawi di kongres itu bernama Rochjani Soe'oed.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page