top of page

Komponis dari Betawi

Ismail Marzuki dianugerahi bakat alam dalam bermusik. Karya lagunya bernilai abadi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ismail Marzuki. (Wikimedia Commons).

7 Jun 2012
3 menit membaca

Diperbarui: 11 Mei

JAUH sebelum daerah Kwitang di Jakarta sesak dengan bangunan rumah, toko, dan gedung perkantoran, di sana pada 1900-an tinggallah sebuah keluarga Betawi berada. Pemiliknya, Marzuki, memiliki bisnis bengkel mobil. Dia tinggal bersama seorang anak lelakinya, Ismail, yang lahir pada 11 Mei 1914 –kelak nama sang ayah melekat pada namanya, menjadi Ismail Marzuki. Istrinya meninggal dunia saat Ismail berusia tiga tahun.


Kepiawaian Marzuki dalam urusan kunci inggris dan oli rupanya tak menurun pada anaknya. Sedari kecil, Ismail yang kerap disapa Maing justru menaruh hati pada musik. Dia gemar mendengar alunan merdu  dari gramafon milik keluarganya. Saat itu, dia pun mencoba bermain rebana, ukulele, dan gitar seperti kegemaran ayahnya bermain rebana dan kecapi serta handal melantunkan lagu bersyair Islam.


Ismail menjalani sekolah formal di HIS Idenburg Menteng, sementara untuk urusan agama di Madrasah Unwanul Wustha. Ismail kemudian melanjutkan pendidikan ke MULO di Jalan Menjangan, Jakarta. Setelah lulus, dia bekerja di Socony Service Station sebagai kasir dengan gaji 30 gulden sebulan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Untuk pertama kalinya peringatan maestro tari topeng Mimi Rasinah dengan cukup besar. Melibatkan seniman nasional dan internasional.
Untuk pertama kalinya peringatan maestro tari topeng Mimi Rasinah dengan cukup besar. Melibatkan seniman nasional dan internasional.
Keracunan bedak pernah memakan korban di Inggris. Bedak berbahaya terus diawasi dan menjadi perhatian tenaga medis hingga kini.
Keracunan bedak pernah memakan korban di Inggris. Bedak berbahaya terus diawasi dan menjadi perhatian tenaga medis hingga kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Sejak kapan pria takut menjadi botak? Mengapa mereka pikir botak memalukan?
Sejak kapan pria takut menjadi botak? Mengapa mereka pikir botak memalukan?
Spanyol kerap diguncang teror, mulai dilakukan oleh kaum separatis hingga kaum radikal asal Timur Tengah.
Spanyol kerap diguncang teror, mulai dilakukan oleh kaum separatis hingga kaum radikal asal Timur Tengah.
Momen rekor 66 gol dalam sehari dari 10 pertandingan pada “Boxing Day” enam dekade lalu. Termasuk kekalahan pahit Manchester United 6-1.
Momen rekor 66 gol dalam sehari dari 10 pertandingan pada “Boxing Day” enam dekade lalu. Termasuk kekalahan pahit Manchester United 6-1.
transparant.png
bottom of page