top of page

Sindiran Lagu Hari Lebaran

Lagu karya Ismail Marzuki ini menyindir perilaku orang-orang yang berlebihan merayakan Lebaran.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ismail Marzuki menyematkan sindiran sosial dalam lagu Hari Lebaran . Foto: Repro buku Ismail Marzuki Senandung Melintas Zaman.

15 Jun 2018
3 menit membaca

Diperbarui: 16 Mar

IDUL FITRI tiba. Ada banyak lagu yang mengetengahkan suasana Idul Fitri tercipta. Misalnya saja lagu “Lebaran” (1959) yang dilantunkan Oslan Husein, “Lebaran Sebentar Lagi” (1984) karya Bimbo, dan “Selamat Lebaran” (2006) oleh grup musik Ungu. Namun, lagu “Hari Lebaran” karya Ismail Marzuki barangkali yang paling populer terdengar dan banyak didaur ulang para musisi.


Bahkan, pada 1977 seniman Malaysia, P. Ramlee, menyanyikan lagu ini dengan penyesuaian lirik berbahasa Melayu. Terakhir, lagu yang diciptakan Ismail pada 1950 itu dibawakan grup musik Sentimental Moods. Grup musik ini kembali membawakan versi pertama lagu “Hari Lebaran” untuk menyambut Idul Fitri 2018.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page