top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Surat Ho Chi Minh yang Diabaikan Indonesia

Menganggap Indonesia sebagai sekutu dalam perjuangan kemerdekaan Asia Tenggara, Ho Chi Minh mengajak bekerjasama melawan kolonialisme. Suratnya bertepuk sebelah tangan.

27 Nov 2020

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Ho Chi Minh. (en.nhandan.com.vn).

Diperbarui: 2 Sep 2025

HAROLD Robert Isaacs, koresponden perang Majalah Newsweek, tiba di Jakarta pada akhir November 1945. Ia datang dari Indochina membawa sepucuk surat yang kemudian diberikannya kepada Mohammad Hatta. Surat itu ternyata dari Ho Chi Minh, pemimpin Vietnam. Isinya, Ho Chi Minh mengajak agar revolusi Indonesia dan Vietnam bisa berjalan bersama.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page