top of page

Ketika Paman Ho dan Tan Malaka Bertemu

Kisah pertemuan Ho Chi Minh dan Tan Malaka, dua tokoh komunis Asia Tenggara dalam pengembaraan politik di Uni Soviet.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tan Malaka (berdiri ketiga dari kiri) dan Ho Chi Minh (duduk pertama dari kiri) bersama delegasi dari berbagai negara menghadiri Kongres Komintern di Moskow, November-Desember 1922. (delpher.nl).

29 Feb 2020
4 menit membaca

Diperbarui: 19 Mei

KEDEKATAN Presiden Sukarno dan Ho Chi Minh selalu dikaitkan dengan permulaan hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Vietnam. Keakraban keduanya terlihat manakala mereka saling berkunjung ke negeri yang dipimpinnya masing-masing. Paman Ho, sapaan akrab Ho Chi Minh, mengunjungi Indonesia pada 27 Februari - 3 Maret 1959. Sedangkan kunjungan balasan dari Sukarno dilakukan pada 24 Juni - 9 Juli 1959.


Namun rupanya jauh sebelum Sukarno berkarib dengan Ho Chi Minh, tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI) Tan Malaka telah lebih dahulu menjalin hubungan dengan tokoh komunis Vietnam tersebut. Dalam Tan Malaka: Bapak Republik yang Dilupakan, Arif Zulkifli, dkk. menyebut jika pertemuan Tan dan Ho terjadi pada 1922 di Moskow, Uni Sovyet.


Tidak seperti pertemuan dengan Sukarno, yang dilakukan setelah Indonesia mendapatkan kemerdekaannya dan Vietnam dalam proses revolusi, hubungan antara Tan dan Ho terjalin ketika Hindia (nama Indonesia sebelumnya) masih memegang status jajahan Belanda dan Vietnam di bawah kuasa bangsa Prancis. Keduanya sama-sama sedang berusaha menggelorakan kebebasan di negerinya masing-masing.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
Dihelat 12 tahun pasca-berdirinya AFF. Gelaran perdananya dinodai skandal pengaturan skor.
Dihelat 12 tahun pasca-berdirinya AFF. Gelaran perdananya dinodai skandal pengaturan skor.
Kartini adalah sang pemula dari proses revolusi nasional.
Kartini adalah sang pemula dari proses revolusi nasional.
Selain menyajikan kemegahan peradaban masa lalu, film dokumenter ini juga berpesan tentang kerukunan umat beragama di Muarajambi.
Selain menyajikan kemegahan peradaban masa lalu, film dokumenter ini juga berpesan tentang kerukunan umat beragama di Muarajambi.
Setelah mendapat janji gubernur DKI, ada harapan Masjid Jami Al Masur direstorasi. Namun, prosesnya tak mudah.
Setelah mendapat janji gubernur DKI, ada harapan Masjid Jami Al Masur direstorasi. Namun, prosesnya tak mudah.
transparant.png
bottom of page