top of page

Taman Siswa (Dulu) Mendidik Bangsa

Ki Hajar Dewantara mendirikan Taman Siswa sebagai sarana perjuangan. Kondisinya jauh berbeda sekarang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Staf pengajar Institut Pendidikan Nasional Taman Siswa di Yogyakarta. (Wereldmuseum Amsterdam/Wikimedia Commons).

  • 2 Mei 2025
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 26 Apr

SETELAH kembali dari Negeri Belanda untuk menjalani pembuangan sekitar enam tahun karena artikelnya, “Als ik eens Nederlander was” (Seandainya aku seorang Belanda), Raden Mas Suwardi Surjaningrat menempuh cara lain dalam melanjutkan perjuangannya. Bukan lagi lewat tulisan seperti ketika bersama Indisch Partij dan De Express, kali ini dia berjuang dengan memakai sekolahan alias lewat pendidikan. Di kota asalnya, Yogyakarta, dia mendirikan Institut Pendidikan Nasional Taman Siswa pada 3 Juli 1922.


Taman Siswa menjadi wadah pertama dalam penanaman budaya bangsa kendati sistem yang dianutnya sistem Barat. Suwardi menggagas Patrap Triloka terkait bagaimana sikap seharusnya seorang guru kepada muridnya. Seorang guru harus memberi teladan (ing ngarsa sung tulada), seorang guru harus membangun kemauan dan inisiatif (ing madya mangun karsa), dan seorang guru harus mendorong siswanya ke arah kemajuan (tut wuri handayani). Poin terakhir diadopsi pemerintah Republik Indonesia setelah Indonesia merdeka hingga dijadikan jargon dunia pendidikan Indonesia.


“Menurut KHD (Ki Hajar Dewantara, red.) pendidikan yang mengena kepada bangsa Timur adalah pendidikan yang humanis, kerakyatan, dan kebangsaan. Tiga hal inilah dasar jiwa KHD untuk mendidik bangsa dan mengarahkannya kepada politik pembebasan atau kemerdekaan,” tulis Museum Kebangkitan Nasional dalam Ki Hajar Dewantara, “Pemikiran dan Perjuangannya”.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo lahir di Karawang dari keturunan bangsawan Aceh dan Jawa. Anak kesayangan mantri polisi ini pindah ke Batavia untuk melanjutkan pendidikan di sekolah Belanda.
bg-gray.jpg
Para pengikut Tan Malaka dihadapkan ke pengadilan. Mereka didakwa melakukan penculikan Sutan Sjahrir dan berupaya menggulingkan pemerintahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah was born into a prominent noble family. Yet, she chose the path of struggle.
bg-gray.jpg
Jalan panjang Maria Ullfah memperjuangkan keadilan bagi perempuan. Terhenti di zaman Jepang.
Pejabat ideal apalagi seorang raja, pangeran, atau bangsawan, harus dapat membuat puisi.
Pejabat ideal apalagi seorang raja, pangeran, atau bangsawan, harus dapat membuat puisi.
Plastik benda penting dalam konsumerisme modern ini diperkirakan akan menjadi sumber bencana lingkungan di masa depan.
Plastik benda penting dalam konsumerisme modern ini diperkirakan akan menjadi sumber bencana lingkungan di masa depan.
Merekam situasi zaman dalam goresan pensil di atas selembar kertas.
Merekam situasi zaman dalam goresan pensil di atas selembar kertas.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Jadwal laga-laga akbar sepakbola kacau gegara virus corona, sebagaimana yang terjadi seabad silam.
Jadwal laga-laga akbar sepakbola kacau gegara virus corona, sebagaimana yang terjadi seabad silam.
Habis cuju, terbitlah sepakbola modern. Tim Naga membuka peluang mengulang lolos ke Piala Dunia usai membekap “Garuda”.
Habis cuju, terbitlah sepakbola modern. Tim Naga membuka peluang mengulang lolos ke Piala Dunia usai membekap “Garuda”.
transparant.png
bottom of page