- Randy Wirayudha

- 3 Mar 2025
- 6 menit membaca
Diperbarui: 29 Des 2025
PAGI 3 Maret 1942 itu, rasa lelah pilot Kapten Ivan Smirnoff (beberapa sumber menuliskan “Smirnov”) berganti lega ketika pesawat Douglas DC-3-nya sudah mencapai ruang udara Broome di Australia Barat. Penerbangan sembilan jam pesawat milik maskapai KLM bernomor registrasi PK-AFV itu dari Bandung sarat bahaya. Empat kru dan delapan penumpang yang dibawa pesawat itu –plus sebuah berlian milik perusahaan perhiasan NV De Concurrent di Bandung– pun senang.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












