top of page

Pasukan Jepang Merebut Kuala Lumpur di Musim Durian

Pemuda nasionalis Malaya mengaspirasikan kemerdekaan usai Inggris tersingkir. Menuntut “Sang Saka Merah Putih” sebagai identitasnya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Serdadu Jepang menyapu sisa-sisa pasukan Inggris di Kuala Lumpur. (Imperial War Museum).

11 Jan 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 14 Mei

PARA pejabat kolonialis Eropa, termasuk Residen Jenderal Federasi Negeri-Negeri Melayu (FMS) Hugh Fraser dan Panglima Komando Malaya Jenderal Arthur Percival beserta sebagian besar serdadunya sudah lari tunggang-langgang ke Singapura. Di hari itu, 11 Januari 1942, ibukota Kuala Lumpur otomatis menjadi kota terbuka yang kemudian diduduki pasukan Jepang nyaris tanpa perlawanan.


Sebelumnya, Kuala Lumpur menjadi sasaran serangan udara Jepang mulai 21 hingga 22 Desember 1941. Sepekan pasca-tahun baru, Divisi ke-5 Angkatan Darat (AD) ke-25 Jepang pimpinan Jenderal Tomoyuki Yamashita menghancurkan Divisi India ke-11 di Pertempuran Sungai Slim (5-7 Januari 1942) dekat kota Tanjung Mualim.


“Lalu pasukan veteran Perang China itu juga merebut pangkalan udara (lanud) Kota Baru yang strategis untuk menguasai ruang udara. Sampai kemudian pada 11 Januari 1942, mereka mencapai Kuala Lumpur. Pasukan persemakmuran [Inggris] mundur secepat mungkin ke Singapura,” tulis Michael Tai dalam China and Her Neighbours: Asian Diplomacy from Ancient History to the Present.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page