top of page

Triple Agent di Indonesia

Di Jakarta, Wolfgang Reif direkrut intelijen Jerman Timur, Jerman Barat, dan CIA. Terungkap dan tertangkap intelijen Jerman Timur.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Bekas markas HVA (Hauptverwaltung Aufklarung) atau badan intelijen luar negeri Jerman Timur di Berlin. (Wikimedia Commons).

6 Nov 2020
3 menit membaca

WOLFGANG Reif tiba di Jakarta pada 1971 untuk bertugas sebagai diplomat di Kedutaan Besar Republik Demokratik Jerman atau biasa disebut Jerman Timur. Tak lama kemudian, dia direkrut oleh HVA (Hauptverwaltung Aufklarung), badan intelijen luar negeri Jerman Timur, bagian dari Stasi (Ministry of State Security atau State Security Service).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
transparant.png
bottom of page