top of page

Soebandrio, CIA, dan BVD

CIA meminta BVD melakukan operasi intelijen terhadap Soebandrio. Mengapa Badan Keamanan Nasional Belanda itu menolak?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Menteri Luar Negeri Soebandrio (tengah berkaca mata) dan istri disambut oleh Menteri Luar Negeri Belanda Joseph Luns di Bandara Schiphol, Belanda Utara, 1 April 1964. (Harry Pot/Arsip Nasional Belanda).

14 Nov 2020
5 menit membaca

PRESIDEN Sukarno memberikan amanat kepada para pemimpin dari tujuh partai politik di Guest House Istana Merdeka, Jakarta pada 27 Oktober 1965. Dia mengajak untuk menjaga keselamatan negara dan revolusi dengan mengawasi segala usaha dari nekolim (neo kolonialisme dan imperialisme) dan CIA.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page