top of page

14 Februari 1946: Peristiwa Merah-Putih di Manado

Para pemuda melakukan perlawanan terhadap upaya Belanda menguasai kembali Sulawesi Utara.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tentara KNIL di Manado. (KITLV).

14 Feb
2 menit membaca

Diperbarui: 11 Mei

DINI hari, 14 Februari 1946, kekuatan gabungan rakyat Manado menyerbu dan mengambil-alih tangsi militer Belanda yang berada di Teling, Manado. Mereka membebaskan pemimpin Republik dari tahanan, menawan perwira Belanda, dan mengibarkan bendera Merah-Putih. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Peristiwa Merah-Putih.


Peristiwa Merah-Putih tak bisa dilepaskan dari berita proklamasi kemerdekaan Indonesia, yang baru sampai ke telinga rakyat Sulawesi Utara empat hari kemudian. Meski sedikit terlambat, rakyat Sulawesi Utara menyambut dengan sukacita. Namun kegembiraan itu tak berlangsung lama. Pasukan Belanda atau Netherland Indies Civil Administration (NICA), dengan membonceng tentara Sekutu, tiba dan kembali menguasai Sulawesi Utara.


Para pemuda-pejuang, termasuk anggota Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) dari Minahasa, yang tergabung pada Pasukan Pemuda Indonesia (PPI) bereaksi. Mereka menyusun rencana untuk menyerang dan mengambil-alih tangsi militer Belanda. Karena beberapa pemimpin pasukan ditangkap, termasuk Charles Choesj Taulu, rencana penyerangan dialihkan kepada Mambi Runtukahu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
 Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
Meski namanya masih asing di telinga, kerja keras bangsa Viking ini membuahkan prestasi dalam sepakbola.
Meski namanya masih asing di telinga, kerja keras bangsa Viking ini membuahkan prestasi dalam sepakbola.
transparant.png
bottom of page