top of page

7 Januari 1921: Dewan Kotapraja Batavia Larang Anak-anak Begadang

Dilarang menonton pertunjukan bagi anak-anak di atas jam 9 malam. Jika melanggar dihukum penjara atau denda ganti rugi.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 7 Jan 2023
  • 2 menit membaca

Gemeenteraad atau Dewan Kotapraja Batavia mengkaji aturan baru melalui undang-undang yang mengatur jam malam bagi anak-anak berusia di bawah 15 tahun. Aturan tersebut melarang anak-anak menonton atau diajak menonton segala jenis pertunjukan di atas jam 9 malam di wilayah Kotapraja Batavia, tanpa terkecuali.


Sebelumnya, aturan mengenai hal itu sudah tertera dalam Gemeenteblad No. 677 tanggal 16 Desember 1920. Anggota Dewan Kotapraja Batavia, Schotman dan Kerkkamp, telah mendesak Dewan Kotapraja untuk membuat larangan tersebut sejak Oktober 1918.


Surat kabar Sin Po, 7 Januari 1921 memberitakan, persoalan pembatasan menonton pertunjukan bagi anak-anak sebenarnya sudah bergulir lama. Walikota Batavia Mr. G.J. Bisschop telah mengkaji aturan tersebut bersama komisi pemeriksa film-film bioskop. Tujuannya agar dibuat larangan keras penayangan film-film yang dapat merusak pikiran anak-anak. Namun, pada Januari 1917 aturan tersebut tidak dapat dijalankan sebab tidak adanya ordonansi sebagai landasan yang digunakan oleh komisi film.



Pembuatan aturan larangan anak-anak begadang mendesak lantaran terlalu banyak anak-anak yang diajak menonton bioskop, wayang, dan lain-lain hingga larut malam. Bahkan, tak jarang dijumpai wanita pribumi menonton sambil menggendong anaknya yang masih menyusui. Hal ini dianggap akan berdampak buruk bagi anak-anak yang seharusnya memperoleh waktu tidur yang cukup.


Berdasarkan pada kenyataan tersebut, aturan baru bagi anak-anak ini mengenai dua hal. Pertama, melarang anak-anak menonton pertunjukan sampai larut malam. Kedua,melarang anak-anak menonton film-film dewasa. Kedua hal ini menjadi satu kesatuan isu yang harus dibawa ke Dewan Kotapraja.



Pada Juni 1918, Bisschop telah meminta kepada pemerintah Hindia Belanda agar Dewan Kotapraja diberikan kewajiban untuk mengatur larangan menonton bagi anak-anak hingga lewat jam 9 malam. Dua bulan kemudian, pemerintah menanggapi tuntutan Bisschop dan mengizinkan Dewan Kotapraja untuk mengawasi aturan periksa film bioskop dan ke depan melarang pertunjukan film yang dianggap melanggar kesopanan.


Pegawai tinggi di jajaran pemerintahan Belanda pun meminta Dewan Kotapraja untuk mengeluarkan satu undang-undang yang melibatkan pihak pertunjukan bioskop agar turut andil dalam larangan tersebut. Pada 1919 terbit satu wet (hukum) melalui Staatsblad No. 742 terkait larangan anak-anak di bawah usia 15 tahun menonton bioskop selain film yang memang dikhususkan untuk anak-anak. Terkait hal itu, Walikota Batavia Mr. A. Meijroos menyetujui pembuatan aturan larangan bagi anak-anak oleh Dewan Kotapraja.



Undang-undang tersebut menyatakan, suatu pertunjukan –tidak terkecuali, baik yang berbayar maupun gratis–tidak boleh membiarkan anak-anak di bawah usia 15 tahun untuk menonton hingga di atas jam 9 malam.


Meijroos menambahkan, penyelenggara pertunjukan wajib mematuhi larangan tersebut. Meskipun pertunjukan belum selesaipada jam 9 malam, penyelenggara harus memastikan anak-anak yang menonton sudah pulang.


Bagi yang melanggar akan dihukum penjara maksimal tiga bulan atau denda maksimal f.100 serta pertunjukannya akan diberhentikan selama sebulan. Guna terlaksananya peraturan tersebut dengan baik, Sin Po,7 Januari 1921 mewartakan, Walikota Batavia menyebut perlunya melibatkan pihak polisi dalam penegakan aturan tersebut. Undang-undang tersebut rencananya akan diberi nama “Bataviasche vern kelijkheids verordening”.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
As one of the seven important inscriptions from the Tarumanagara heritage, the Tugu Inscription mentions the Bekasi River and the Old Cakung River that exist until today.
bg-gray.jpg
Seorang kiai kampung diadili karena dianggap mengingkari syariat. Sebuah kritik atas pembacaan Serat Cebolek.
bg-gray.jpg
Henk Ngantung menjadi satu-satunya gubernur Jakarta yang berasal dari kalangan seniman. Namun, kehidupannya tak seindah guratan pada lukisan dan sketsanya.
bg-gray.jpg
In addition to the epigraphs found on the seven inscriptions, historical sources regarding Tarumanagara also come from statues and temples at two archaeological sites.
Karena susu sapi mahal dan bergantung pada impor, pemerintah membuat susu alternatif terbuat dari kedelai untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dan anak-anak.
Karena susu sapi mahal dan bergantung pada impor, pemerintah membuat susu alternatif terbuat dari kedelai untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dan anak-anak.
Peristiwa 1998 tetap hidup di ruang publik melalui novel, lagu, dan film. Karya kreatif ini menjadi medium pembelajaran tentang kekerasan negara terhadap warganya.
Peristiwa 1998 tetap hidup di ruang publik melalui novel, lagu, dan film. Karya kreatif ini menjadi medium pembelajaran tentang kekerasan negara terhadap warganya.
Depresi Besar membuat banyak orang Amerika Serikat kehilangan pekerjaan dan kesulitan keuangan. Permainan monopoli diminati karena menawarkan sensasi menjadi orang kaya meski hanya imajinasi.
Depresi Besar membuat banyak orang Amerika Serikat kehilangan pekerjaan dan kesulitan keuangan. Permainan monopoli diminati karena menawarkan sensasi menjadi orang kaya meski hanya imajinasi.
Pasal 33 dan Pasal 34 dalam UUD 1945 dirumuskan panitia khusus pimpinan Bung Hatta. Kakek Prabowo dan kakek Anies Baswedan turut serta di dalamnya.
Pasal 33 dan Pasal 34 dalam UUD 1945 dirumuskan panitia khusus pimpinan Bung Hatta. Kakek Prabowo dan kakek Anies Baswedan turut serta di dalamnya.
Bekas komandan pasukan khusus Belanda yang berkawan dengan Westerling ini sedang ikut serta dalam Agresi Militer Belanda II ketika tertembak dadanya.
Bekas komandan pasukan khusus Belanda yang berkawan dengan Westerling ini sedang ikut serta dalam Agresi Militer Belanda II ketika tertembak dadanya.
Museum swasta lebih berperan dalam menopang perkembangan seni rupa. Sementara museum pemerintah masih berkutat dengan administrasi dan birokrasi.
Museum swasta lebih berperan dalam menopang perkembangan seni rupa. Sementara museum pemerintah masih berkutat dengan administrasi dan birokrasi.
transparant.png
bottom of page