- 21 Feb 2024
- 5 menit membaca
Diperbarui: 2 Agu
KESABARAN George H. W. Bush sudah hampir habis. Di Gedung Putih, pada 22 Februari 1991 presiden Amerika Serikat (AS) itu memberi ultimatum untuk menuntut Saddam Hussein agar menarik kombatan infantri dan tank-tanknya usai memicu Perang Teluk (2 Agustus 1990-28 Februari 1991).
Ultimatum Presiden Bush berisi: dalam waktu 24 jam, Irak harus angkat kaki dari Kuwait. Jika tidak, Pasukan Koalisi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan melancarkan serangan darat terhadap posisi-posisi Irak di Kuwait dan di wilayah Irak sendiri.
“Koalisi akan memberikan waktu bagi Saddam Hussein sampai Sabtu siang [23 Februari 1991] untuk menindaklanjuti apa yang harusnya dia lakukan sesegera mungkin dan penarikan mundur tanpa syarat dari Kuwait,” ungkap Bush dalam ultimatumnya, dikutip suratkabar Chicago Tribune edisi 23 Februari 1991.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















