- 25 Agu 2025
- 3 menit membaca
PEMERINTAH belum lama ini resmi membentuk 100 Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) dalam Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) untuk mendukung program-program pemerintah dan swasembada pangan. Tiap batalyon memiliki kompi pertanian dan peternakan.
Rencananya, tiap tahun akan dibentuk 100 Batalyon TP sehingga dalam lima tahun ke depan akan ada 500 Batalyon TP. Dengan begitu, TNI AD akan memiliki lonjakan jumlah personel. Sebagai gambaran, pada 2024 TNI AD memiliki 350.000 personel. Jika tiap batalyon terdapat setidaknya 500 personel, maka TNI AD ketambahan 50.000 personel baru.
Penggemukan postur jelas bukan terjadi pada militer Inodnesia di masa sekarang saja. Puluhan tahun silam, Irak di bawah Presiden Saddam Husein juga pernah memperbesar Angkatan Darat-nya. Ketika itu, alasan Irak bukan untuk menciptakan lebih banyak lahan pertanian dan perkebunan, melainkan karena sedang berperang dengan Iran dalam Perang Iran-Irak (1980-1988).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















