- 30 Mei 2023
- 5 menit membaca
Diperbarui: 21 Apr
RASHID Ali al-Gaylani bisa sedikit bernafas lega. Ia dan rombongan pejabat Irak pro-diktator Jerman Nazi Adolf Hitler lolos dari lubang jarum setelah melintasi perbatasan Irak menuju Iran pada 30 Mei 1941.
“Pada 30 Mei 1941, Rashid Ali al-Gailani, kepala stafnya Amin Zeki, Sharif Sharaf dan beberapa pejabat pemerintahannya memasuki Iran dan mereka mencapai (ibukota Iran, red) Tehran pada 2 Juni. Dalam rombongan itu juga termasuk Mufti Besar Yerusalem (Amin al-Husseini),” ungkap Mohammad Gholi Majd dalam August 1941: The Anglo-Russian Occupation of Iran and Change of Shahs.
Pelarian itu terjadi akibat kota Baghdad dikepung pasukan Inggris sejak akhir Mei. Ambisi Rashid pun seketika berubah dari penguasa menjadi buron. Pemimpin tertinggi Iran Reza Shah Pahlavi terpaksa menampung rombongan kendati ia paham negerinya bakal turut terjerumus ke jurang peperangan dengan Inggris. Terlebih di hari yang sama ketika rombongan Rashid menyeberangi perbatasan, Baghdad resmi direbut Inggris.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















