- 4 Sep 2025
- 4 menit membaca
Diperbarui: 8 Mei
UNTUK ke sekian kalinya, Soeharto dilantik menjadi presiden pada 11 Maret 1998. Ketika itu krisis moneter sudah melanda Asia. Ekonomi Indonesia pun hancur seketika. Harga bahan makanan, yang era itu dikenal sebagai Sembilan Bahan Pokok (Sembako), mendadak naik. Begitu pula harga minyak bahan bakar seperti bensin.
Soeharto berusaha membuat masyarakat tetap tenang dan menyerahkan semua padanya. Namun sia-sia, sebagian golongan mulai tak percaya lagi padanya.
“Sejak 4 Mei 1998, mahasiswa Medan, Bandung dan Yogyakarta menyambut kenaikan harga bahan bakar minyak dengan demonstrasi besar-besaran. Demonstrasi itu berubah menjadi kerusuhan, saat para demonstran terlibat bentrokan dengan petugas keamanan,” catat Djadja Suparman dalam Jejak Kudeta 1997-2005.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















