- 21 Okt 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 20 Mei
SEPANJANG sejarah adu pacu Formula One (F1) sejak 1950, penentuan gelar juara dunia bukan hanya pernah ditentukan lewat 1 poin saja. Hari ini, 21 Oktober, empat dekade silam, Niki Lauda bahkan memenangkan gelar juara dunia terakhirnya di Grand Prix (GP) Portugal hanya dengan selisih setengah poin dari rekan setim cum rival sengitnya, Alain Prost.
Sejarah mencatat, saking sengitnya persaingan pembalap, setidaknya delapan kali terjadi gelar juara dunia dimenangkan hanya dengan selisih 1 poin. Salah satunya juga terjadi di hari ini, 21 Oktober, 17 tahun silam di GP Brasil. Pada seri terakhir musim 2007 itu, pembalap tim Scuderia Ferrari Kimi Räikkönen merebut 10 poin pamungkas usai memenangi podium pertama. Perolehan 10 poin itu membuatnya menutup musim dengan 110 poin atau unggul 1 poin saja dari duo pembalap tim McLaren, Lewis Hamilton dan Fernando Alonso, yang sama-sama mengoleksi 109 poin.
Persaingan Räikkönen-Hamilton-Alonso di musim 2007 itu memang sangat sengit. Sangat jarang terjadi perebutan juara dunia terjadi di seri terakhir oleh lebih dari dua pembalap. Namun, persaingan merebut gelar juara yang ditentukan hanya dengan setengah poin belum pernah terjadi lagi pasca-rivalitas Lauda vs. Prost di musim 1984. Sejarah tersebut mungkin mustahil diulangi pembalap lain karena adanya perolehan setengah poin sendiri jadi satu momen langka di tengah musim 1984.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















