top of page

Alkisah Niki Lauda Juara F1 Bermodal Setengah Poin

Rekor aneh tapi nyata yang terjadi di arena jet darat F1 empat dekade silam ketika legenda Niki Lauda merebut gelar juara terakhir.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Andreas Nikolaus "Niki" Lauda yang meraih gelar juara dunia ketiga sekaligus yang terakhir di musim 1984 (mclaren.com)

21 Okt 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 20 Mei

SEPANJANG sejarah adu pacu Formula One (F1) sejak 1950, penentuan gelar juara dunia bukan hanya pernah ditentukan lewat 1 poin saja. Hari ini, 21 Oktober, empat dekade silam, Niki Lauda bahkan memenangkan gelar juara dunia terakhirnya di Grand Prix (GP) Portugal hanya dengan selisih setengah poin dari rekan setim cum rival sengitnya, Alain Prost. 


Sejarah mencatat, saking sengitnya persaingan pembalap, setidaknya delapan kali terjadi gelar juara dunia dimenangkan hanya dengan selisih 1 poin. Salah satunya juga terjadi di hari ini, 21 Oktober, 17 tahun silam di GP Brasil. Pada seri terakhir musim 2007 itu, pembalap tim Scuderia Ferrari Kimi Räikkönen merebut 10 poin pamungkas usai memenangi podium pertama. Perolehan 10 poin itu membuatnya menutup musim dengan 110 poin atau unggul 1 poin saja dari duo pembalap tim McLaren, Lewis Hamilton dan Fernando Alonso, yang sama-sama mengoleksi 109 poin. 


Persaingan Räikkönen-Hamilton-Alonso di musim 2007 itu memang sangat sengit. Sangat jarang terjadi perebutan juara dunia terjadi di seri terakhir oleh lebih dari dua pembalap. Namun, persaingan merebut gelar juara yang ditentukan hanya dengan setengah poin belum pernah terjadi lagi pasca-rivalitas Lauda vs. Prost di musim 1984. Sejarah tersebut mungkin mustahil diulangi pembalap lain karena adanya perolehan setengah poin sendiri jadi satu momen langka di tengah musim 1984. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
bg-gray.jpg
Cerita dari Museum Gatot Soebroto di Ungaran. “Rumah Prihatin” yang kaya cerita meski hanya setahun ditinggali sang jenderal.
bg-gray.jpg
Selepas meninggalkan militer, Gatot Soebroto ikut mendirikan IPKI dan lolos ke parlemen. Namun, dia mengundurkan diri karena diangkat sebagai wakil KSAD.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto nyentrik dan eksentrik dalam penampilan, perkataan, dan keyakinan. Jenderal humoris dan dekat dengan anak buah. Penyayang anak-anak dan pelindung umat Buddha.
Sebelum dikenal sebagai dokter dan penerbang, Abdulrachman Saleh aktif di beberapa organisasi pemuda dan kelompok olahraga. Ia merupakan sosok pemimpin yang disegani. Dari sanalah julukan "Karbol" itu muncul.
Sebelum dikenal sebagai dokter dan penerbang, Abdulrachman Saleh aktif di beberapa organisasi pemuda dan kelompok olahraga. Ia merupakan sosok pemimpin yang disegani. Dari sanalah julukan "Karbol" itu muncul.
 Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Delapan akademisi mencurahkan harapan dan usulan rekomendasi untuk keadilan Pemilu. Mengingatkan spirit para pendiri bangsa dan perjuangan Reformasi 1998.
Delapan akademisi mencurahkan harapan dan usulan rekomendasi untuk keadilan Pemilu. Mengingatkan spirit para pendiri bangsa dan perjuangan Reformasi 1998.
Dulu pesepakbola yang berseragam celana kulot dianggap vulgar. Kini, perempuan dengan seragam berjilbab dianggap tak sesuai.
Dulu pesepakbola yang berseragam celana kulot dianggap vulgar. Kini, perempuan dengan seragam berjilbab dianggap tak sesuai.
Aktor senior Adi Kurdi menilai Sukarno berhasil menyelaraskan pemikiran dan keterampilan.
Aktor senior Adi Kurdi menilai Sukarno berhasil menyelaraskan pemikiran dan keterampilan.
transparant.png
bottom of page