top of page

Anggota Pengawal Presiden Bunuh Diri

Tak bisa memberikan baju kepada istrinya, anggota pengawal presiden bunuh diri.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Anggota Polisi Pengawal Presiden dan Wakil Presiden tahun 1952. (Repro Kesaksian tentang Bung Karno 1945-1967).

  • 24 Mar 2019
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 25 Jul 2025

KETIKA pemerintahan pindah ke Yogyakarta pada Januari 1946, Sukarno-Hatta mendapat pengawalan dari anggota polisi yang dipimpin oleh Mangil Martowidjojo. Mereka bertugas di dalam gedung Istana Presiden dan Wakil Presiden. Sedangkan di luar dijaga oleh Polisi Tentara Angkatan Darat (kini, Polisi Militer).


Suatu hari di tahun 1947. Paiman, satu-satunya anggota pengawal, yang sudah menikah. Dia dan Prihatin berjaga di rumah Bung Hatta, di sebelah Istana Presiden, dari pukul 14.00 sampai 22.00.


Prihatin melihat ada yang tak beres dengan Paiman karena merokok terus-menerus tanpa henti. Malahan rokok belum habis, Paiman sudah menyalakan lagi rokok yang baru dan mengisapnya.


Paiman kemudian pamit kepada Prihatin mau mengontrol bagian belakang rumah Bung Hatta. Tak lama kemudian, Prihatin mendengar dua kali letusan senjata api. Prihatin lari menuju Paiman yang sudah roboh sambil meraung-raung kesakitan dan minta air.


Prihatin segera melapor kepada komandannya, Mangil yang tengah tiduran di bangku panjang di depan serambi asrama di Istana bagian belakang. “Paiman bunuh diri di halaman belakang rumah Bung Hatta,” kata Prihatin. Mangil dan Prihatin lari menuju tempat kejadian.

AKBP Mangil Martowidjojo (tengah) bersama anak buahnya, sebagian kecil perwira Detasemen Kawal Pribadi Presiden Sukarno tahun 1966. (Repro Kesaksian tentang Bung Karno 1945-1967).
AKBP Mangil Martowidjojo (tengah) bersama anak buahnya, sebagian kecil perwira Detasemen Kawal Pribadi Presiden Sukarno tahun 1966. (Repro Kesaksian tentang Bung Karno 1945-1967).

Prihatin dan seorang sersan mayor Polisi Tentara yang bertugas di Istana Presiden, segera membawa Paiman ke Rumah Sakit Petronela di Kota Baru. Namun, nyawa Paiman tak tertolong. Dia mengakhiri hidupnya dengan senapan panjang yang dibawanya bersama senjata pendek revolver.


Jenazah Paiman dibawa ke asrama. Istri Paiman tidak langsung diberi tahu karena kamar Paiman dan kamar Sukarno berdekatan. Kalau istrinya menangis dan berteriak-teriak tentu akan mengganggu keluarga Sukarno. Pada pagi sekali, istri Paiman diberi tahu bahwa suaminya mati bunuh diri. Dan benar saja, dia menangis dan berteriak-teriak keras sekali.


Mangil melaporkan kepada Sukarno mengenai kejadian bunuh diri anggota pengawalnya. Sukarno memerintahkan agar jenazahnya diurus dengan sebaik-baiknya. Jenazah Paiman diperiksa oleh Soeharto, dokter pribadi Sukarno, bersama Mangil.


“Dalam surat yang ditulis Paiman, dia mengungkapkan alasan bunuh dirinya karena tidak dapat memenuhi permintaan istrinya, yaitu minta baju. Memang waktu itu keadaan kami sedang menderita dan serba kekurangan,” kata Mangil dalam Kesaksian tentang Bung Karno 1945-1967. Namun mungkin saja ada masalah lain, selain permintaan baju, yang membuat Paiman mengakhiri hidupnya.


Mangil mengatakan waktu di Yogyakarta terasa sekali kekurangan pakaian karena blokade Belanda. Kadang-kadang mereka menunggu pakaian kering dijemur di dalam kamar mandi yang terbuka. Setelah pakaian kering, baru dipakai lagi, terutama pakaian dalam.


Pakaian dinas anggota pengawal pun tidak karuan lagi warnanya karena luntur dan pudar meskipun belum sampai robek. Pernah suatu kali pakaian seragam mereka dicelup di sebuah perusahaan ternama di Yogyakarta. Warna yang diminta, kuning emas. Namun, hasilnya warna hitam. Sehingga ketika mereka bersiap mengawal, Sukarno berkata kepada salah satu anggota, “kamu orang, seperti mau mengawal orang mati saja.”


Mangil kemudian meminta bantuan seragam kepada Kementerian Pertahanan dan Jawatan Kepolisian Negara Pusat di Purwokerto. Lumayan, mereka dapat pakaian dari bahan belacu yang gampang luntur warnanya.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Setalah Sutan Sjahrir dibebaskan, para pengikut Tan Malaka menyodorkan konsepsi untuk disetujui Sukarno. Hatta menyadari sedang terjadi kudeta.
bg-gray.jpg
Setelah diculik pengikut Tan Malaka, Sutan Sjahrir bikin perhitungan dengan penangkapan berantai. Adam Malik protes, Sayuti Melik pasrah digelandang ke bui.
bg-gray.jpg
Perdana Menteri Sutan Sjahrir diculik pengikut Tan Malaka, Presiden Sukarno minta Sjahrir dikembalikan.
bg-gray.jpg
Pengikut Tan Malaka menculik Sutan Sjahrir karena dianggap pengkhianat yang menjual tanah air kepada Belanda. Sukarno-Hatta memerintahkan untuk membebaskannya.
Penjualan vas antik di tengah situasi ekonomi yang sulit menyulut kemarahan masyarakat China.
Penjualan vas antik di tengah situasi ekonomi yang sulit menyulut kemarahan masyarakat China.
Lorenzo dan Marquez diprediksi bakal berseteru bak perseteruan Prost-Senna yang sohor sebagai persaingan tersengit di lintasan.
Lorenzo dan Marquez diprediksi bakal berseteru bak perseteruan Prost-Senna yang sohor sebagai persaingan tersengit di lintasan.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Raksasa pemakan tumbuhan yang lembut ini juga karnivora dan oportunis?
Raksasa pemakan tumbuhan yang lembut ini juga karnivora dan oportunis?
Di Jakarta, Wolfgang Reif direkrut intelijen Jerman Timur, Jerman Barat, dan CIA. Terungkap dan tertangkap intelijen Jerman Timur.
Di Jakarta, Wolfgang Reif direkrut intelijen Jerman Timur, Jerman Barat, dan CIA. Terungkap dan tertangkap intelijen Jerman Timur.
Bikin Portugal gagal di Piala Dunia 1986, Maroko sekarang KO.
Bikin Portugal gagal di Piala Dunia 1986, Maroko sekarang KO.
transparant.png
bottom of page