Diperbarui: 22 Sep
GEJOLAK revolusi di Prancis tak hanya merengut ribuan jiwa manusia tapi juga binatang. Seekor badak jantan tak bernama, yang sudah 23 tahun menjadi salah satu koleksi binatang di kandang-kandang pameran (menagerie) di Istana Versailles, menemui ajal pada 1793. Di tengah ketidakpastian masa revolusi, beberapa ilmuwan di Prancis merasa perlu melestarikan pengetahuan tentang badak. Jasad badak jantan tak bernama dipindahkan ke Taman Botani (Jardin des Plantes) di Paris.
Di sana, profesor anatomi binatang Jean-Claude Mertrud bersama dokter dan ahli anatomi Felix Vicq d’Azyr, serta Direktur Museum d'Histoire Naturelle Louis Jean-Marie Daubenton membedah jasad serta mengawetkan kerangka badak jantan.
Lewat kerja keras para ilmuwan, kerangkanya menjadi bagian dari awal yang mengungkap spesies baru badak di belahan dunia lain.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















