top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Apa Saja Tema yang Dibahas dalam Penulisan Ulang Sejarah Indonesia?

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut buku sejarah nasional yang tengah ditulis oleh tim bentukan Kementerian Kebudayaan terdiri dari 10 jilid. Pembahasannya dimulai dari sejarah awal Nusantara hingga pelantikan Presiden Prabowo Subianto.

28 Mei 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menghadiri rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 26 Mei 2025. Rapat kerja itu membahas proyek penulisan buku sejarah nasional baru yang direncanakan terbit pada bulan Agustus 2025 mendatang. (Youtube TV Parlemen).

Diperbarui: 17 Jun 2025

PROYEK penulisan ulang sejarah Indonesia yang dilakukan oleh tim bentukan Kementerian Kebudayaan masih terus menjadi sorotan masyarakat. Kendati ditolak sejumlah aktivis dan sejarawan karena dianggap terburu-buru dan tidak transparan, proses pembuatan buku sejarah nasional yang direncanakan terbit sebagai hadiah ulang tahun ke-80 Republik Indonesia pada Agustus 2025 itu telah memasuki tahap penyusunan naskah.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page