- 2 Jan 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 25 Mar
MUSIK rock kondang sebagai musik pemberontak yang maskulin. Akan tetapi hari ini, 3 Januari 37 tahun lampau, si ratu musik soul Aretha Franklin mendobrak hegemoninya. Ia berhasil jadi musisi perempuan pertama yang namanya diabadikan dalam Rock & Roll Hall of Fame.
Sebagaimana banyak musisi perempuan Afro-Amerika legendaris, sosok kelahiran Memphis, Tennessee pada 25 Maret 1942 itu memulai kariernya dengan lagu-lagu gereja. Namanya mulai naik daun lewat sejumlah hits lintas genre (soul, R&B, jazz, pop, rock) sejak 1960-an lewat tembang-tembang “Respect”, “I Never Loved a Man (The Way I Love You)”, “A Natural Woman”, dan “I Say a Little Prayer”.
Aretha yang telah wafat di usia 76 tahun pada 2018 lalu juga bukan sekadar legenda. Musik-musiknya memberi dampak yang besar bagi banyak kalangan aktivis HAM. Ia banyak mengombinasikan musik dengan isu-isu politik dan sosial. Menyuarakan isu-isu komunitas kulit hitam, perempuan, dan kaum minoritas ke dalam karya-karyanya. Tembang bertajuk “Respect” yang dirilis pada 1967, misalnya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















