- 6 Mar
- 3 menit membaca
Diperbarui: 9 Mei
SEBAGAI anak pegawai tinggi di Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang sering berpindah kantor cabang, hidup anak-anak dari keluarga JMM Pandjaitan harus berpindah-pindah. Setidaknya mereka pernah tinggal di Surabaya dan Palembang sebelum di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Wajar jika anak-anak dari pasangan Drs. JMM Pandjaitan-Bosani Sitompul itu ada yang sedikit paham bahasa Palembang.
Sebagai orang-orang Batak, mereka terbiasa dengan musik sejak bocah. Maka tak heran selepas masa remaja, anak-anak itu sudah bisa bermain alat musik. Terlebih JMM Pandjaitan sang ayah dengan posisi di kantornya setidaknya mampu membelikan alat-alat musik murah untuk sekadar “ngeband”.
Portohan Bonetua Marangin Sitorduga Pandjaitan alias Hans sebagai anak tertua dari empat anak JMM Pandjaitan lalu membentuk sebuah band. Dirinya memainkan gitar melodi. Lalu ada Benny –lengkapnya Mimbar Porbenget Mual Hamonangan Pandjaitan– yang pada 1971 sudah 24 tahun, bisa juga bermain tamborin dan banjo. Benny sang anak kedua bermain keyboard sambil bernyanyi di band.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















