top of page

Baku Tembak karena Kaget

Anggota Brimob yang sedang istirahat kaget kedatangan tentara Australia. Terjadilah baku tembak yang memakan korban.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 19 Apr 2019
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 29 Jul 2025

Pada 16 September 1999, Indonesia meminta pasukan multinasional Interfet (International Force for East Timor) untuk menjaga keamanan di Timor Timur. Peleton-8 Kompi C Batalion-2 Royal Australian Regiment dipimpin Letda Infanteri P.J. Halleday melakukan patroli untuk pertama kali ke daerah perbatasan di Motaain pada 10 Oktober 1999.


Mereka mendekati garis perbatasan yang hanya beberapa meter dari pos polisi Indonesia. Di sana ditempatkan satu peleton Brimob dipimpin Letnan M. Wahid. 


Menurut Letjen (Purn.) Kiki Syahnakri dalam Timor Timur The Untold Story, mungkin karena kaget melihat pasukan Interfet tiba-tiba muncul di depan mata, sekira pukul 12.00 waktu setempat, seorang anggota Brimob refleks melepaskan tembakan ke udara. Maksudnya untuk memperingatkan bahwa mereka berdiri di wilayah Indonesia. Namun, tembakan peringatan semacam itu tidak lazim dalam tradisi militer universal, malah bisa dianggap suatu provokasi.


“Karena anggota Brimob tersebut tidak memakai seragam lengkap, hanya T-shirt Brimob karena memang sedang istirahat, pasukan Interfet menyangka dia merupakan anggota milisi yang sedang dicari,” kata Kiki yang bertugas di Timor Timur selama sebelas tahun.


Tentara Interfet itu lantas melepaskan tembakan. Terjadilah baku tembak selama delapan menit. Menyaksikan kejadian mendadak tersebut, Letda Infanteri Erwin Egy, komandan peleton TNI, dalam siatuasi kontak tembak, dengan mengabaikan keselamatan dirinya, berlari ke area garis tembakan seraya berteriak untuk menghentikan tembakan. Untunglah, tembakan kedua pihak berhenti.


Erwin kemudian menemui komandan peleton Interfet untuk memberikan penjelasan dan membantu melakukan orientasi tentang garis batas. Ketika keduanya sedang melakukan orientasi medan, entah apa sebabnya, kembali terdengar tembakan. Kedua komandan peleton tersebut segera berlari menuju arah tembakan, lalu berteriak memberikan instruksi kepada pihak masing-masing untuk menghentikan tembakan. Tembakan pun mereda.


Akibat kontak tembak tersebut jatuh korban di pihak Indonesia. Anggota Brimob, Bharada Ari Sudibyo, gugur. Dua personel lainnya, Sertu Sudarto dan Sertu Agus Susanto, dan seorang warga setempat, Alcino Barros, mengalami luka tembak. Sementara di pihak Interfet tak satu pun terluka karena mereka dalam kondisi siap tempur, sedangkan Brimob sedang istirahat dalam tenda.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Sebagai lulusan sekolah guru, Sudiro menghabiskan masa mudanya dengan menjadi guru sekaligus aktivis pergerakan nasional.
bg-gray.jpg
Selain jago catur, Sudiro muda mengisi hari-harinya semasa sekolah dengan aktif dalam pergerakan Jong Java dan kepanduan.
bg-gray.jpg
Kelahirannya disambut gembira oleh kakeknya sebagai cucu pertama. Diberinya nama Sudiro yang berarti berani. Selamat dari wabah Flu Spanyol.
bg-gray.jpg
Jejak pertama Maria Ullfah di Batavia. Membawanya masuk ke gelanggang pergerakan nasional.
Komponen penting dalam teknologi radar untuk perang. Seorang insinyur mengembangkannya untuk mesin pemanas makanan.
Komponen penting dalam teknologi radar untuk perang. Seorang insinyur mengembangkannya untuk mesin pemanas makanan.
Terpilih secara aklamasi menjadi Presiden RI, bagaimana perjalanan hidup Sukarno?
Terpilih secara aklamasi menjadi Presiden RI, bagaimana perjalanan hidup Sukarno?
Asrul Sani seniman legendaris, dikenal sebagai sastrawan, penyair, dan sineas. Pernah menjadi anggota laskar rakyat dan lulusan sarjana kedokteran hewan.
Asrul Sani seniman legendaris, dikenal sebagai sastrawan, penyair, dan sineas. Pernah menjadi anggota laskar rakyat dan lulusan sarjana kedokteran hewan.
Perjuangan Soedirman masih belum usai. Ketika sebagian pasukan Sekutu ke Magelang, mereka berjanji tak akan mengusik kedaulatan Indonesia, tetapi para eks tentara Belanda berulah kembali.
Perjuangan Soedirman masih belum usai. Ketika sebagian pasukan Sekutu ke Magelang, mereka berjanji tak akan mengusik kedaulatan Indonesia, tetapi para eks tentara Belanda berulah kembali.
Pada masa senjanya NH Dini mengalami beberapa penurunan kesehatan. Namun ia tetap bangkit bahkan mendirikan pondok bacaan dengan bantuan teman-teman. Di akhir masa hidupnya NH Dini bahkan memenerima banyak sekali penghargaan yang membanggakan.
Pada masa senjanya NH Dini mengalami beberapa penurunan kesehatan. Namun ia tetap bangkit bahkan mendirikan pondok bacaan dengan bantuan teman-teman. Di akhir masa hidupnya NH Dini bahkan memenerima banyak sekali penghargaan yang membanggakan.
Pernikahan NH Dini dengan Yves Coffin seorang Diplomat Prancis membawanya mengembara ke berbagai negara. Dengan memiliki 2 anak tidak membuat kehidupan rumah tangganya mudah, namun sang sastrawan tetap menjadi jati dirinya.
Pernikahan NH Dini dengan Yves Coffin seorang Diplomat Prancis membawanya mengembara ke berbagai negara. Dengan memiliki 2 anak tidak membuat kehidupan rumah tangganya mudah, namun sang sastrawan tetap menjadi jati dirinya.
transparant.png
bottom of page